HUMAN INTEREST
Cerita Tenaga Kesehatan Batam dr Mugia Ramadhan Wakafkan Diri Selama Pandemi
Kasi Penunjang Medik RS Soedarsono Dharmosoewito itu bahkan harus mengesampingkan khawatirnya selama bertugas saat pandemi Covid-19.
Walau kekhawatiran terhadap penularan tak bisa dikesampingkan, tapi dirinya berusaha memberikan penanganan terbaik.
"Kami para dokter telah mewakafkan diri kami di tengah situasi sulit ini.
Artinya, pasien manapun akan dilayani maksimal dan tak pembedaan," tegasnya lagi.
Selama pandemi melanda, Mugi mengaku jika dirinya tetap menerima pasien seperti biasa.
Tak ada konsultasi daring atau cara lainnya.
Mengingat, Mugi bertugas sebagai dokter yang melayani Medical Check Up (MCU) tiap pasien.
"Bagi saya, bertemu dan memeriksa pasien secara langsung adalah kewajiban.
Tentu agak berbeda jika melakukannya via daring, apalagi saya di MCU," katanya.
Selama memeriksa pasien, Alat Pelindung Diri (APD) lengkap menjadi senjata utamanya agar mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tiba di rumah pun saya langsung mandi. Selama bertugas, masker dan hand sanitizer menjadi hal yang tak boleh dilewatkan," tambahnya.
Mugi pun berharap agar situasi pelik ini dapat segera berlalu. Bukan tanpa alasan, hampir seluruh sektor dibuat lesu oleh pandemi.
Dan dirinya juga berharap agar perhatian terhadap tenaga medis lebih dimaksimalkan.
"Pada intinya, kita bersama saling jaga. Bergotong royong agar ini selesai," ujarnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Human Interest
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tenaga-kesehatan-di-batam-dr-mugia-ramadhan.jpg)