BATAM TERKINI
TERBANG dari Bandara Hang Nadim Batam tak Bisa Lagi Pakai Hasil Tes GeNose C19
Layanan GeNose C19 di Bandara Hang Nadim Batam dihentikan sementara menyusul adanya aturan yang mengharuskan melampirkan tes antigen atau PCR.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni menjelaskan, saat ini layanan GeNose C19 di Bandara Hang Nadim Batam dihentikan sementara menyusul adanya aturan terbaru pemerintah yakni Surat Edaran (SE) Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2021.
Penghentian layanan itu bersifat sementara sampai ada aturan selanjutnya.
Sebagai gantinya, penumpang harus melampirkan hasil tes antigen dan bagi yang akan terbang ke Jawa dan Bali harus menunjukkan hasil PCR dan kartu vaksin Covid-19.
"Saya menganggap hal ini wajar terjadi. Mengingat varian delta ini cukup membahayakan," kata Benny.
Ia mengakui, selama aturan penerbangan diperketat, pengawasan protokol kesehatan Covid-19 di bandara pun ikut menjadi atensi.
Tidak hanya itu saja, sejumlah karyawan pun mulai mendapat jatah work from home (WFH).
"Ini mempertimbangkan situasi saat ini. Tapi untuk operasional tetap bertugas," katanya.
Terpisah, Humas RSBP Batam, Okta Riza membenarkan terkait dihentikannya layanan GeNose C19 di Bandara Hang Nadim Batam.
Baca juga: Aturan Diperketat! Saat PPKM Mikro Berlaku di Batam, Mal Tutup Sore, Restoran Harus Pesan Antar
"Ya betul, dihentikan sementara karena edarannya untuk penumpang keluar itu dibutuhkan hasil PCR dan Antigen," ungkap Okta Riza saat dikonfirmasi Tribun Batam.
Penghentian ini, menurutnya, diberlakukan sampai menunggu kebijakan pemerintah selanjutnya.
Sedangkan untuk layanan GeNose C19 rute keberangkatan antar daerah di Provinsi Kepri sendiri tetap dibuka.
Misalnya seperti keberangkatan penumpang dari Batam menuju Kota Tanjungpinang atau kabupaten/kota lainnya yang ada di Kepri melalui pelabuhan.
"Kecuali kalau pemerintah Provinsi Kepri membuat edaran tersendiri. Kami mengikuti kebijakan saja," katanya.
Layanan tes GeNose di Bandara Internasional Hang Nadim mulai efektif ditutup sejak Senin 5 Juli 2021.
"Tes GeNose efektif tutup sejak 5 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang," ujar General Manajer Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni, Selasa (6/7/2021).
Diakuinya di SE Nomor 14 dan 45 Tahun 2021 tak ada lagi wilayah yang memberlakukan GeNose dari tanggal 3 juli 2021 hingga 20 Juli 2021. Sehingga pihaknya menutup layanan di Bandara Hang Nadim.
"Kita minta sama penyelenggaranya ditutup sesuai arahan KKP," katanya.
Pantauan Tribun di Bandara Internasional Hang Nadim, penumpang yang melakukan keberangkatan hanya menggunakan tes antigen dan PCR tes. Tak hanya itu, kursi-kursi pendaftaran tes antigen juga tampak sepi pengunjung.
"Sepi sebagian sudah tes PCR. Nah ada juga yang sudah tes antigen dari luar," katanya.
Lantas kapan dibuka kembali? Benny menuturkan pihaknya akan membuka kembali menunggu Surat Edaran yang baru.
Seperti diketahui layanan GeNose berlaku sejak Kamis (8/4/2021) di Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepri.
Beroperasinya layanan ini, dipertegas dengan surat Kementerian Perhubungan/ Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Udara nomor AU.201/9/4/DJPU.DRP-2021 tertanggal 7 April 2021 tentang pelaksanaan GeNose C19 di Bandar Udara.
Selain Bandara Hang Nadim Batam, Kemenhub diketahui juga mengizinkan Bandara Ngurah Rai Bali untuk menerapkan layanan GeNose ini.
"Data terakhir kami terima, rata-ratanya tinggal 2 ribu penumpang untuk keberangkatan," ungkap Benny saat dikonfirmasi Tribun Batam, Selasa (6/7/2021).
Biasanya, lanjut Benny, jumlah penumpang di terminal keberangkatan bisa mencapai 3 ribu sampai 4 ribu orang tiap harinya.
"Turunnya sejak aturan mulai efektif diberlakukan pada tanggal 3 Juli lalu," ujarnya lagi.
Ia menjelaskan, pengetatan aturan di Bandara Hang Nadim Batam sendiri mulai efektif pada tanggal 5 Juli 2021. Ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan.
"Aturan itukan sebetulnya efektif tanggal 3 sampai 20 Juli. Kemudian kami sepakat untuk diberlakukan tanggal 5, menimbang persiapan yang ada. Termasuk mempertimbangkan kondisi calon penumpang yang telah membeli tiket," jelasnya.
Untuk jumlah penumpang di areal kedatangan juga tampak sepi dari biasanya.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan suasana di areal keberangkatan. Dimana, masih terlihat sejumlah calon penumpang bersiap untuk masuk ke Check in Counter di tiap maskapai.
"Total penumpang di kedatangan selama tiga hari hanya 8.439 orang dengan rincian, jumlah penumpang datang pada tanggal 3 Juli sebanyak 2.761 orang, tanggal 4 Juli 2.169 orang, dan tanggal 5 Juli 3.509 orang,” terang Benny. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah/Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06072021tes-genose-c19.jpg)