CORONA KEPRI
1.801 Pasien Covid-19 di Batam Jalani Isolasi Mandiri, Walikota Sebut Mereka Berstatus OTG
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah orang yang sehat. Saat ini, 1.801 orang diisolasi mandiri.
Epidemiolog sekaligus Kepala Bapelkes Batam, Asep Zaenal Mustofa menilai pemakaman 14 jenazah pasien sehari merupakan angka yang besar di tengah kian meningkat jumlah kasus Covid-19.
Dia kemudian memaparkan data kasus kematian pasien Covid-19 di Batam sejak 1 Juni - 8 Juli 2021.
Hampir setiap hari ada kematian, minimal 2 pasien Covid-19. Hari di mana tidak ada pasien Covid-19 yang meninggal hanya terjadi pada 8, 9 dan 12 Juni.
Isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di Batam menjadi kekhawatiran baru bagi masyarakat. Pasalnya pengawasan terhadap pasien Isolasi mandiri tersebut tidak semuanya tercover.
Baik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Puskesmas di wilayah tempat pasien yang menjalani isolasi mandiri.
Saat ini, sesuai Data Tim Gusus Covid-19, Kota Batam, sebanyak 1.626 orang pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri yang tersebar di Batam.
Hal tersebut sangat mengkhawatirkan masyarakat sekitar. Pasalnya, jika pasien yang isolasi mandiri tak diawasi dengan baik, maka sangat besar kemungkinan pasien tersebut masih melakukam aktifitas.
Bahkan lebih dikahawatirkan lagi pasien isolasi mandiri tetap bersosialisasi dengan lingkungan dan bisa saja masih bekerja.
Ketua Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS) Kota Batam, Mohammad Zainal Arifin mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri sangat besar kemungkinan menjadi penyebar covid-19.
"Jadi ini harus benar-benar diawasi," kata Zainal.
Zainal mengatakan, Sagulung merupakan wilayah padat penduduk di Batam dengan daerah yang paling banyak kaveling. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/04062021walikota-batam-hm-rudi.jpg)