CORONA KEPRI
Covid-19 Batam PPKM Darurat Hari Kedua, 2.068 Kasus Aktif Jalani Isolasi Mandiri
Empat lokasi karantina terpadu pasien covid-19 yang sebelumnya ditetapkan Pemko Batam masih belum digunakan.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus baru covid-19 di Batam masih tinggu pada hari kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Batam.
Hingga Selasa (13/7/2021) pukul 09.00 WIB, Satgas covid-19 di Batam mencatat penambahan 322 kasus baru.
Kasus-kasus baru tersebut didominasi oleh pasien kasus konfirmasi bergejala sebanyak 239 orang, sedangkan lainnya ialah 60 kasus konfirmasi tanpa gejala, 1 kasus perjalanan impor, 16 kasus konfirmasi kontak, dan 6 kasus konfirmasi tanpa riwayat perjalanan.
Pada hari yang sama, jumlah pasien dirawat pun berkurang seiring dengan 167 pasien telah dinyatakan sembuh.
Namun, di sisi lain, terdapat penambahan 18 kasus meninggal dunia terpapar Covid-19.
Dengan demikian, menurut data, saat ini jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Kota Batam mencapai 17.396 kasus.
Dimana dari jumlah itu, 14.076 dinyatakan pasien sembuh corona, 394 orang meninggal dunia dan 2.926 pasien sedang dirawat.
"Masih meningkatnya jumlah kasus membuat tingkat kesembuhan kita menurun di angka 80,9 persen, sedangkan tingkat kasus aktif menjadi 16,8 persen, dan tingkat kematian 2,2 persen," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (13/7/2021).
Tingginya kasus aktif Covid-19 di Batam membuat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit hampir penuh.
Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung karantina, seperti Rusun Pemko Batam, Rusun BP Batam, Asrama Haji Batam, hingga Stadion Temenggung Abdul Jamal.
Baca juga: Seorang ABK Bintang Natuna Jaya Meninggal di Hotel, Hasil Tes Antigen Positif Covid-19
Baca juga: Selama 2 Hari PPKM Darurat, 696 Warga Batam Positif Corona, 22 Meninggal Dunia
Akan tetapi, tampaknya fasilitas karantina ini belum dipergunakan secara optimal sebagai tempat karantina terpadu pasien Covid-19.
Hingga kini, fasilitas di luar rumah sakit yang masih digunakan yakni Asrama Haji Batam yang menampung 316 pasien, dan Bapelkes Batam yang menampung 3 pasien.
Sisanya dirawat di berbagai rumah sakit di Kota Batam, termasuk RSKI Covid-19 Galang yang merawat 120 pasien.
Sedangkan, pasien Covid-19 terbanyak justru dirawat secara isolasi mandiri di kediaman masing-masing yakni 2.068 kasus.
"Untuk RS darurat, tempat sebenarnya sudah ada, tapi yang butuh proses itu menyiapkan alat-alat kesehatan, tenaga medis, serta kontinuitas pelaksanaan karantinanya. Itu yang masih menjadi kendala," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (12/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jamaah-tabligh-corona.jpg)