Breaking News:

CORONA KEPRI

Hari Ketiga PPKM Darurat di Tanjungpinang, Omzet Mal Ramayana Turun Drastis

Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad sebut, traffic kunjungan dan pembelian via online menurun drastis selama PPKM darurat

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Hari Ketiga PPKM Darurat di Tanjungpinang, Omzet Mal Ramayana Turun Drastis. Foto suasana di Mal Ramayana Tanjungpinang, Rabu (14/7/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang telah memasuki hari ketiga sejak dimulai Senin (12/7/2021).

Dampak penerapan PPKM Darurat ini begitu terasa di sejumlah pusat perbelanjaan, baik pasar maupun mal.

Seperti halnya, Mal Ramayana Tanjungpinang. Pantauan TribunBatam.id, sejumlah barang fashion masih terpajang, banyak di troly-troly yang tersedia.

Para pengunjung yang datang terhitung sedikit dan bisa dibilang sepi. Para karyawan pun tampak berkurang dari biasanya, karena di tempatkan di area supermarket.

Di temui di lokasi, Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad mengatakan, memasuki hari ketiga pelaksanaan PPKM Darurat, traffic kunjungan dan pembelian via online dari masyarakat sangat menurun drastis.

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Ini Aturan Soal Salat Idul Adha dan Kurban di Kepri

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat di Tanjungpinang, Wali Kota Rahma: Ada yang Perlu Dimaksimalkan

Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad
Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad (tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

"Dampaknya, omzet dari segi sales turun drastis hingga 70%, karyawan pun sampai kita rolling untuk masuk dan liburnya," ujarnya, Rabu (14/7/2021).

Ia menyebutkan, selama PPKM Darurat, penjualan barang-barang dari segi fashion ditutup dan hanya melayani via online. Sedangkan untuk Supermarket dengan barang-barang kebutuhan pokok, tetap buka sesuai anjuran SE Wali Kota Tanjungpinang.

"Dari segi mal nya kan ditutup, jadi semua tenan-tenan juga ikut tutup kecuali FnB tetap buka dengan layanan take away," sebutnya.

Ia mengungkapkan, hanya 25 persen karyawan yang masuk setiap harinya untuk bekerja. Sedangkan yang lainnya diliburkan, namun akan masuk kembali secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Penghasilan karyawan juga tentu menurunlah. Dari total 80 karyawan, hanya 10-12 karyawan yang masuk setiap harinya," terang Ardi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved