Rabu, 22 April 2026

CORONA KEPRI

Hari Ketiga PPKM Darurat di Tanjungpinang, Omzet Mal Ramayana Turun Drastis

Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad sebut, traffic kunjungan dan pembelian via online menurun drastis selama PPKM darurat

|
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Hari Ketiga PPKM Darurat di Tanjungpinang, Omzet Mal Ramayana Turun Drastis. Foto suasana di Mal Ramayana Tanjungpinang, Rabu (14/7/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang telah memasuki hari ketiga sejak dimulai Senin (12/7/2021).

Dampak penerapan PPKM Darurat ini begitu terasa di sejumlah pusat perbelanjaan, baik pasar maupun mal.

Seperti halnya, Mal Ramayana Tanjungpinang. Pantauan TribunBatam.id, sejumlah barang fashion masih terpajang, banyak di troly-troly yang tersedia.

Para pengunjung yang datang terhitung sedikit dan bisa dibilang sepi. Para karyawan pun tampak berkurang dari biasanya, karena di tempatkan di area supermarket.

Di temui di lokasi, Kepala Store Manager Mal Ramayana Tanjungpinang, Ardi Ahmad mengatakan, memasuki hari ketiga pelaksanaan PPKM Darurat, traffic kunjungan dan pembelian via online dari masyarakat sangat menurun drastis.

Baca juga: Ada PPKM Darurat, Ini Aturan Soal Salat Idul Adha dan Kurban di Kepri

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat di Tanjungpinang, Wali Kota Rahma: Ada yang Perlu Dimaksimalkan

"Dampaknya, omzet dari segi sales turun drastis hingga 70 persen, karyawan pun sampai kita rolling untuk masuk dan liburnya," ujarnya, Rabu (14/7/2021).

Ia menyebutkan, selama PPKM Darurat, penjualan barang-barang dari segi fashion ditutup dan hanya melayani via online. Sedangkan untuk Supermarket dengan barang-barang kebutuhan pokok, tetap buka sesuai anjuran SE Wali Kota Tanjungpinang.

"Dari segi mal nya kan ditutup, jadi semua tenan-tenan juga ikut tutup kecuali FnB tetap buka dengan layanan take away," sebutnya.

Ia mengungkapkan, hanya 25 persen karyawan yang masuk setiap harinya untuk bekerja. Sedangkan yang lainnya diliburkan, namun akan masuk kembali secara bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Penghasilan karyawan juga tentu menurunlah. Dari total 80 karyawan, hanya 10-12 karyawan yang masuk setiap harinya," terang Ardi.

Ia melanjutkan, selama pelaksanaan PPKM Darurat, para karyawan yang akan berangkat kerja dari rumah telah dibekali dengan surat keterangan bekerja dari pihak manajemen.

"Karena beberapa akses jalan disekat, karyawan kita yang berangkat kerja telah kita bekali dengan surat keterangan bekerja," paparnya.

Sebagai pelaku ekonomi, Ardi berharap adanya PPKM Darurat ini dapat memberikan dampak yang baik untuk keadaan segera pulih kembali.

"Semoga cepat kembali normal dan PPKM Darurat ini kiranya tidak diperpanjang lagi," ujarnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved