Kamis, 4 Juni 2026

PPKM Darurat di Batam, Walikota Batam Rasakan Kesedihan Masyarakat

Upaya pemerintah dan forkompimda untuk menyekat mobilisasi masyarakat belum mendapatkan hasil yang signifikan terhadap perkembangan kasus.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Ist
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pelaksanaan PPKM Darurat di Batam ternyata membuat warga kecil menjerit.

Hal ini menjadi sorotan oleh walikota Batam.

Namun mau tidak mau, hak ini tentu harus dilakukan mengingat kasus Covid-19 di Batam semakin meningkat.

Baru tiga hari berlalu, masyarakat kota Batam merasakan imbasnya.

Selama 2 hari pemberlakuan PPKM Darurat angka kasus Covid-19 masih tinggi.

Berdasarkan data dalam dua hari terakhir total temuan kasus mencapai 696 orang. 

Upaya pemerintah dan forkompimda untuk menyekat mobilisasi masyarakat belum mendapatkan hasil yang signifikan terhadap perkembangan kasus.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan hasil pemeriksaan yang keluar dalam dua hari ini belum bisa menjadi acuan dampak penerapan PPKM Darurat.

Hal ini karena hasil yang keluar hari ini merupakan pemeriksaan beberapa hari lalu atau sebelum diberlakukannya PPKM Darurat.

"Saya rasa belum terlihatlah. Karena untuk memeriksa sampel ini kan butuh waktu ya, jadi hasil dalam dua hari penerapan aturan baru ini mungkin baru bisa terlihat lima hari ke depan," Rabu (14/7/2021).

Rudi mengungkapkan tim yang berjaga di titik penyekatan sampai saat ini masih bertugas.

Kesadaran masyarakat berdasarkan laporan juga sudah mulai mengurangi mobilisasi.

Baca juga: Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad Ingatkan Isoman tak Terkait Bantuan Sembako 

Tempat makan semua sudah take away demi mematuhi aturan ini.

Pedagang kaki lima juga sudah diminta untu menutup lapak mereka pukul 08.00 WIB.

"Sebenarnya saya sedih, karena harus memikirkan nasib rakyat Kota Batam ini. Di satu sisi saya harus menegakkan aturan, namun di sisi lain rakyat mengeluhkan nasib mereka yang harus mencari nafkah untuk keluarga mereka. Namun mau tidak mau harus dilakukan. Makanya saya berharap kasus berkurang dalam waktu sembilan hari ini," ujarnya.

Bahkan, jika Batam berhasil keluar dari zona merah, dan kondisi darurat saat ini dalam sembilan hari, maka tidak perlu lagi perpanjangan.

Semakin lama, dampak yang akan muncul juga makin meluas. 

Sekarang hampir semua pekerja merasa khawatir akan nasib mereka.

Kondisi perusahaan juga mulai goyah dengan pandemi ini.

"Jadi yang bisa dilakukan saat ini adalah bekerja sesuai aturan agar kasus tak bertambah, dan perusahaan tempat mereka mencari nafkah juga bertahan," kata Rudi.

Bentuk pemulihan ekonomi yang dilakukan selama ini adalah memanfaatkan bantuan dari pusat.

Sedikitnya 300 ribu pelaku usaha mendapatkan bantuan untuk menyokong usaha mereka, bantuan bagi warga miskin yang ada di Dinas Sosial, serta meminta pengusaha untuk mau membantu pemerintah dalam pengadaan sembako untuk keluarga pasien Covid-19.

Ia melanjutkan, pemulihan ekonomi dan tingkat kesembuhan masyarakat saat ini merupakan hal yang utama, dan ditargetkan PPKM di Batam tidak diperpanjang.

Namun hal itu tentu harus melihat perkembangan kasus selama sembilan hari ke depan.

"Kalau bisa jangan diperpanjang lagi. Karena kasihan masyarakat juga. Penutupan pusat perbelanjaan dan pembatasan kegiatan ini membuat kondisi semakin sulit," katanya.

Pengelola mal di satu sisi harus terus mengeluarkan biaya operasional, namun karen aturan ini mereka juga tepaksa menutup mal yang mereka kelola.

Pemulihan Batam diharapkan bisa lebih cepat dengan adanya penurunan kasus positif, serta berkurangnya ruang perawatan di rumah sakit rujukan.

Serta menekan angka kematian yang jumlahnya sudah mau mendekati 400 orang.

”Sudah ada gambaran, kalau kondisi ini makin lama berlangsung, maka pemulihan ekonomi Batam akan semakin lama, dan dampak yang ditimbulkan juga semakin banyak," ujarnya

Ia mengimbau kepada masyarakat patuhi Protkes, proteksi diri dan jangan abai terhadap kesehatan.

Angka kasus aktif makin bertambah.

Kalau kondisi membaik tidak tertutup kemungkinan Desember Batam sudah bisa menyongsong kondisi yang lebih baik dari sekarang ini.

"Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak/urgen," katanya. (*)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved