Breaking News:

CORONA KEPRI

Tes Antigen Berbayar di Titik Penyekatan Tanjungpinang-Bintan Bukan Tanggung Jawab Dinkes

Plt Kadinkes Tanjungpinang Nugraheni menyebut, pelaksanaan rapid test antigen di titik penyekatan Tanjungpinang-Bintan bukan tanggung jawab pihaknya

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Tes Antigen Berbayar di Titik Penyekatan Tanjungpinang-Bintan Bukan Tanggung Jawab Dinkes. Foto Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Nugraheni 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat di Tanjungpinang, mobilitas masyarakat di perbatasan Tanjungpinang-Bintan dibatasi dengan penyekatan.

Bagi masyarakat yang datang dari arah Bintan, untuk masuk ke Tanjungpinang wajib membekali dirinya dengan persyaratan yang telah diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Tanjungpinang.

Untuk yang tidak memiliki surat keterangan rapid tes antigen, akan difasilitasi di pos penyekatan oleh petugas kesehatan Kimia Farma.

Namun sayangnya, rapid tes antigen tersebut tidak gratis. Masyarakat harus membayar biaya tersebut seharga Rp 150 ribu.

Hal ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Nugraheni, saat dikonfirmasi Tribun Batam, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Polemik Tes Antigen Berbayar di Perbatasan Tanjungpinang-Bintan, Ini Sikap Apri Sujadi

"Ya sudah ada petugasnya di tiap titik perbatasan. Kita tugaskan dari pihak Kimia Farma dan itu berbayar. Masyarakat sendiri yang menanggung biayanya," ucapnya.

Nugraheni menyampaikan, pelaksanaan rapid test antigen di titik-titik penyekatan bukanlah tanggung jawab dari pihaknya, Dinkes Tanjungpinang.

"Itu bukan tanggung jawab kami untuk merapid," sebutnya.

Warga saat menjalani tes antigen di posko penyekatan PPKM Darurat Tanjungpinang, Rabu (14/7/2021)
Warga saat menjalani tes antigen di posko penyekatan PPKM Darurat Tanjungpinang, Rabu (14/7/2021) (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Ia merinci, mereka yang wajib menunjukkan surat keterangan rapid test antigen adalah masyarakat umum yang bekerja di luar dari sektor kritikal dan esensial.

Sedangkan masyarakat yang bekerja di sektor kritikal dan esensial, hanya menunjukkan sertifikat vaksin covid-19 dan surat tugas dari tempatnya bekerja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved