HUMAN INTEREST
Kisah Warsih Merantau Jadi Penjual Jamu Keliling di Natuna, Kini Punya Rumah Sendiri
Sudah 10 tahun, Warsih berjualan jamu di Natuna membantu ekonomi keluarga. Karena keuletannya, Warsih bisa beli tanah, kini sudah dibangun rumah
Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
Pandemi Covid-19 memberi dampak tersendiri bagi ibu 2 anak ini. Pasalnya pelanggan jamunya semakin bertambah. Sehingga ia juga harus menambah modal dagangannya.
"Lumayan, orang kan minum jamu katanya takut tertular Covid-19. Jadi saya ada peningkatan penghasilan juga," ujar Warsih.
Meski saat ini jumlah pedagang jamu di Ranai cukup banyak, Warsih tidak takut merasa tersaingi.
Pasalnya setiap pedagang sudah memiliki pelanggan masing-masing. Bahkan antar sesama pejaja jamu, terkadang mereka saling berbagi dagangan bila ada yang dagangannya belum habis.
"Kita bahkan ada perkumpulan dan mengadakan arisan sebulan sekali. Ya hitung-hitung untuk mempererat persaudaraan. Kan sama-sama dari Jawa, sama-sama merantau di sini. Pokoknya semua saudara,' tutup Warsih. (tribunbatam.id/Wina)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Human Interest Story
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1707warsih-penjual-jamu-keliling.jpg)