Senin, 13 April 2026

HUMAN INTEREST

Kisah Warsih Merantau Jadi Penjual Jamu Keliling di Natuna, Kini Punya Rumah Sendiri

Sudah 10 tahun, Warsih berjualan jamu di Natuna membantu ekonomi keluarga. Karena keuletannya, Warsih bisa beli tanah, kini sudah dibangun rumah

Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Kisah Warsih Merantau Jadi Penjual Jamu Keliling di Natuna, Kini Punya Rumah Sendiri. Foto Warsih penjual jamu keliling di Natuna 

Laporan Kontributor Tribunbatam.id di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Gerimis yang turun di Ranai, Natuna, tidak mengurungkan niat Warsih (41).

Ia tetap keluar rumah menjajakan jamu tradisional buatannya. Dengan Yamaha Jupiternya, Warsih membelah angin dan gerimis demi mengais rezeki.

Sudah 10 tahun sejak awal tiba di Ranai, Warsih berjualan jamu untuk membantu perekonomian keluarganya.

Dengan modal sekali berjualan Rp 100 ribu, ia bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 50 ribu.

Meski keuntungan yang diperoleh tidaklah banyak, namun hasil itu sudah cukup membantu ia dan keluarganya.

Baca juga: Kisah Anak Nelayan di Bintan Bersinar di Kejuaraan Dunia Karate, Tapi Redup di Daerah

Warsih sadar, hidup di rantau tidaklah mudah. Apalagi ia dan suami sama sekali tidak memiliki sanak saudara di Ranai. Suami Warsih, Sutarman hanya penjual Cilok di Pasar Ranai.

"Hidup di perantauan tak boleh malas, mbak. Kalau malas kita tak makan, anak-anak tak sekolah," tuturnya sambil melayani pembeli di Sepempang, Sabtu (17/7/2021).

Setiap hari, aktivitasnya membuat jamu dimulai pukul 03.00 WIB. Diawali dari menyiapkan bahan, hingga mengolahnya menjadi jamu, semua dikerjakan sendiri oleh Warsih.

Tangannya sudah lihai memproduksi jamu sendiri. Sebelum menjual jamu sendiri di Ranai, semasa gadis Warsih sudah bekerja sebagai tukang jamu keliling di Jakarta.

"Dulu ikut orang, jualan jamu buatan juragan saya. Sekarang saya sudah bisa buat sendiri," kata Warsih.

Warsih sudah membuktikan, ketekunan dan keuletannya dalam berusaha membantu suami membuahkan hasil.

Ia dan suami dapat membeli sepetak tanah di Air Kolek Kelurahan Ranai Kota. Di atas tanah itu telah berdiri sebuah rumah mungil.

Dalam memasarkan jamu buatannya, Warsih berkeliling sampai ke Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut. Selain itu ke Kompleks Batalion Komposit Gardapati 1 Ranai di Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.

"Sudah ada langganan mbak, jadi tinggal saya antar-antar saja," imbuhnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved