VIRAL DI MEDSOS
China Minta Pulau Kalimantan Sebagai Jaminan Utang Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya
Belakangan ini ramai kabar China bakal mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang Indonesia.
Dilansir dari The Sun, Sri Lanka terpaksa harus menyerahkan kendali aset negaranya, atau harus mengizinkan China untuk mempunyai pangkalan militer di negara tersebut.
Diketahui tahun 2017, Sri Lanka menyerahkan pelabuhan ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah China dengan sewa 99 tahun.
Sebelumnya, China diketahui membiayai proyek pelabuhan Hambantota yang terletak di pantai Selatan Sri Lanka melalui bantuan utang sebesar US$ 1,5 miliar.
Bantuan tersebut diberikan pada tahun 2010.
Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Sedunia untuk Presentase Kasus Covid-19 Varian Delta
Baca juga: 5 Negara dengan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Indonesia Peringkat Satu
Namun, pada 2017 Sri Lanka harus merelakan pelabuhan tersebut kepada China karena tidak mampu membayar utangnya.
Diplomasi jebakan utang ini bahkan telah meluas hingga ke Pasifik.
Ada yang menyebutnya "diplomasi jebakan utang" atau "kolonialisme utang."
Mereka menawarkan pinjaman bagi negara-negara yang tidak mampu membayar, dan kemudian menuntut konsesi ketika mereka gagal.
The Times juga melaporkan bahwa secara efektif China akan meningkatkan kehadiran militernya di pintu gerbang utama ke pantai timur Australia.
Di antara proyek-proyek yang didanai uang ini adalah dermaga terbesar di Pasifik Selatan yang dianggap mampu mengakomodasi kapal induk.
Lembaga think tank Lowy Institute Sydney, yang telah memantau secara dekat kegiatan-kegiatan China di Pasifik, memperkirakan Beijing telah menggelontorkan hampir 1,4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp27 Triliun ke negara-negara Pasifik sejak 2006.
(*)
Sumber: TribunMedan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jinping-pada-sebuah-momen.jpg)