VIRAL DI MEDSOS
China Minta Pulau Kalimantan Sebagai Jaminan Utang Indonesia, Ini Fakta Sebenarnya
Belakangan ini ramai kabar China bakal mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang Indonesia.
TRIBUNBATAM.id - Belakangan ini ramai kabar China bakal mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang Indonesia.
Bahkan video yang menarasikan Pulau Kalimantan terancam sebagai jaminan utang Indonesia ke China viral di media sosial.
Video tersebut beredar pertama kali di Youtube.
Diunggah oleh channel Youtube Titik Tumpu pada 13 Juli 2021.
Dalam video tersebut dikatakan bahwa China akan datang ke Indonesia dan mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang.
Tak hanya itu, dalam narasi itu juga meminta presiden Jokowi untuk mundur.
Dirangkum oleh Intisari Online, video tersebut isinya sebagai berikut:
"Berita terkini - JKW Mengundurkan Diri, Pulau Kalimantan Terancam Sebagai Jaminan Utang ke China?"
Dalam video itu, Indonesia terancam kehilangan pulau Kalimantan karena jebakan utang China.
Baca juga: Pejabat AS & Sekjen WHO Yakin Indikasi Teori Konspirasi Covid, Dampak Bocor Lab di Wuhan China?
Baca juga: AS Kirim Pesan Paling Digdaya ke China, Kirim 2 Lusin Jet Tempur Paling Canggih ke Pasifik
Kemudian, pada video tersebut, juga terlihat beberapa foto pertemuan Presiden Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping, yang disertai dengan caption sebagai berikut.
"Pengunduran diri Presiden Lari Dari Utang," tulis dalam video itu.
"China rencanakan datang ke Indonesia, meminta Pulau Kalimantan sebagai Jaminan."
Setelah ditelusuri, tidak ada fakta yang membenarkan kabar tersebut, dan bisa dikatakan kabar ini hanya hoaks semata.
Meski hoaks, ancaman tersebut patut untuk diwaspadai.
Pasalnya pengambil alihan aset negara akibat jebakan utang China pernah dialami oleh Sri Lanka.
Dilansir dari The Sun, Sri Lanka terpaksa harus menyerahkan kendali aset negaranya, atau harus mengizinkan China untuk mempunyai pangkalan militer di negara tersebut.
Diketahui tahun 2017, Sri Lanka menyerahkan pelabuhan ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah China dengan sewa 99 tahun.
Sebelumnya, China diketahui membiayai proyek pelabuhan Hambantota yang terletak di pantai Selatan Sri Lanka melalui bantuan utang sebesar US$ 1,5 miliar.
Bantuan tersebut diberikan pada tahun 2010.
Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Sedunia untuk Presentase Kasus Covid-19 Varian Delta
Baca juga: 5 Negara dengan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Indonesia Peringkat Satu
Namun, pada 2017 Sri Lanka harus merelakan pelabuhan tersebut kepada China karena tidak mampu membayar utangnya.
Diplomasi jebakan utang ini bahkan telah meluas hingga ke Pasifik.
Ada yang menyebutnya "diplomasi jebakan utang" atau "kolonialisme utang."
Mereka menawarkan pinjaman bagi negara-negara yang tidak mampu membayar, dan kemudian menuntut konsesi ketika mereka gagal.
The Times juga melaporkan bahwa secara efektif China akan meningkatkan kehadiran militernya di pintu gerbang utama ke pantai timur Australia.
Di antara proyek-proyek yang didanai uang ini adalah dermaga terbesar di Pasifik Selatan yang dianggap mampu mengakomodasi kapal induk.
Lembaga think tank Lowy Institute Sydney, yang telah memantau secara dekat kegiatan-kegiatan China di Pasifik, memperkirakan Beijing telah menggelontorkan hampir 1,4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp27 Triliun ke negara-negara Pasifik sejak 2006.
(*)
Sumber: TribunMedan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jinping-pada-sebuah-momen.jpg)