CORONA KEPRI
Rencana PPKM Level 4 di Batam, Ketua Umum HMI: Kurang Efektif, Perlu Dikaji Lagi
Ketua Umum HMI Cabang Batam menilai, usaha makro maupun mikro banyak mengeluh selama PPKM Darurat Batam. Apalagi jika PPKM Level 4 diberlakukan.
Selain menjamin ketersediaan vaksin Covid-19, Firman meminta agar pemerintah juga mampu mengawasi kapasitas ruang isolasi di tiap rumah sakit.
Jangan sampai, meledaknya angka pasien Covid-19 membuat rumah sakit kewalahan dikarenakan minimnya ketersediaan ruangan isolasi.
"Selain itu, jangan sampai alasan minimnya tenaga medis membuat penanganan terhadap pasien malah kendur," tambahnya.
Di sisi lain, Firman juga meminta agar warga Batam dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menekan jumlah kasus harian.
Salah satu caranya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas.
Sebab, penanganan terhadap pandemi Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder di Kota Batam.
"Gotong royong antar kita wajib ditingkatkan. Semuanya harus saling peduli di tengah situasi ini," sebutnya.
SARAN Kepala Bapelkes RI di Batam
Kasus covid-19 di Batam selama 19 hari pada bulan Juli 2021 menembus angka 6.096 orang.
Peningkatan kasus ini, diakui Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Kemenkes RI di Batam, Asep Zaenal Mustofa lebih tinggi dibandingkan angka kasus bulan Juni 2021 dengan 4.342 orang.
Kasus baru virus corona di Batam selama Juli 2021 juga muncul saat PPKM Darurat Batam mulai hari pertama.
Melihat data ini, Kepala Bapelkes RI di Batam itu memberi saran kepada Pemko Batam agar PPKM tidak diperpanjang.
Sebelumnya, Asep Zaenal Mustofa menjelaskan beberapa parameter yang digunakan untuk menetapkan suatu daerah agar menerapkan PPKM Darurat di luar Jawa dan Bali.
Selain level asesmen pandemi tingkat 4, tingkat keterisian tempat tidur pada sejumlah rumah sakit mencapai angka di atas 65 persen.
Kemudian terjadi peningkatan kasus aktif secara signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ketua-umum-hmi-cabang-batam-soal-ppkm-level-4.jpg)