Minggu, 19 April 2026

CORONA KEPRI

Rencana PPKM Level 4 di Batam, Ketua Umum HMI: Kurang Efektif, Perlu Dikaji Lagi

Ketua Umum HMI Cabang Batam menilai, usaha makro maupun mikro banyak mengeluh selama PPKM Darurat Batam. Apalagi jika PPKM Level 4 diberlakukan.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Ketua Umum HMI Cabang Batam, Firman Ardiansyah meminta pemerintah mengakaji ulang rencana penerapan PPKM Level 4 di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Batam, Firman Ardiansyah meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana PPKM Level 4 di Batam.

Ia menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi perekonomian Warga Batam yang lesu bahkan sejak pandemi Covid-19 masuk ke kota industri ini.

Rencana PPKM Level 4 di Batam sebelumnya disampaikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Senin (19/7).

Ini akan menggantikan PPKM Darurat Batam yang dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2021.

Pelaksanaan PPKM Level 4 ini akan diterapkan dari tanggal 21 Juli sampai 31 Juli 2021

Dalam pemaparan Walikota Batam, Muhammad Rudi, berdasarkan asesmen Menko Bidang Perekonomian RI, Batam termasuk dalam wilayah asesmen level 4 atau level tertinggi jika melihat grafik peningkatan jumlah kasus Covid-19 di tiap daerah.

Sejumlah pedagang ponsel di Mall Botania berjualan di depan tenant mereka dari dalam mobil. Kondisi ini terpaksa mereka lakukan selama PPKM Darurat Batam.
Sejumlah pedagang ponsel di Mall Botania berjualan di depan tenant mereka dari dalam mobil. Kondisi ini terpaksa mereka lakukan selama PPKM Darurat Batam. (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

"Perlu kajian komprehensif. Saya rasa kurang efektif jika diperpanjang," ujar Firman saat dihubungi TribunBatam.id, Selasa (20/7/2021).

Firman memandang, hampir seluruh pelaku usaha makro ataupun mikro di Batam mengeluh selama masa PPKM Darurat Batam dilaksanakan.

Bahkan, jumlah kasus baru covid-19 di Batam cenderung naik selama masa PPKM darurat dimulai.

Apalagi pada tanggal 15 sampai 18 Juli, Tim Satgas Covid-19 Batam justru mencatat temuan kasus positif terus meningkat.

Dari 266 kasus menjadi 523 kasus per harinya.

Walau pada tanggal 19 Juli, jumlah kasus menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya dengan total sebanyak 373 orang.

"Pertanyaannya sederhana, apakah sepekan ini efektif?

Sementara, selama PPKM darurat, omzet penjualan banyak pedagang kecil menurun dan melesu," ujarnya lagi.

Ia memandang, pemerintah seharusnya mampu untuk menemukan formula efektif guna menekan jumlah kasus Covid-19.

Baca juga: Apa Itu PPKM Level 4? Bakal Berlaku di Batam Mulai 21 Juli

Baca juga: Jelang PPKM Level 4, Walikota Batam Siapkan Tempat Isolasi Terpadu dan Cari Duit Beli Beras

Selain menjamin ketersediaan vaksin Covid-19, Firman meminta agar pemerintah juga mampu mengawasi kapasitas ruang isolasi di tiap rumah sakit.

Jangan sampai, meledaknya angka pasien Covid-19 membuat rumah sakit kewalahan dikarenakan minimnya ketersediaan ruangan isolasi.

"Selain itu, jangan sampai alasan minimnya tenaga medis membuat penanganan terhadap pasien malah kendur," tambahnya.

Di sisi lain, Firman juga meminta agar warga Batam dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menekan jumlah kasus harian.

Salah satu caranya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas.

Sebab, penanganan terhadap pandemi Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder di Kota Batam.

"Gotong royong antar kita wajib ditingkatkan. Semuanya harus saling peduli di tengah situasi ini," sebutnya.

SARAN Kepala Bapelkes RI di Batam

Kasus covid-19 di Batam selama 19 hari pada bulan Juli 2021 menembus angka 6.096 orang.

Peningkatan kasus ini, diakui Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Kemenkes RI di Batam, Asep Zaenal Mustofa lebih tinggi dibandingkan angka kasus bulan Juni 2021 dengan 4.342 orang.

Kasus baru virus corona di Batam selama Juli 2021 juga muncul saat PPKM Darurat Batam mulai hari pertama.

Melihat data ini, Kepala Bapelkes RI di Batam itu memberi saran kepada Pemko Batam agar PPKM tidak diperpanjang.

Sebelumnya, Asep Zaenal Mustofa menjelaskan beberapa parameter yang digunakan untuk menetapkan suatu daerah agar menerapkan PPKM Darurat di luar Jawa dan Bali.

Selain level asesmen pandemi tingkat 4, tingkat keterisian tempat tidur pada sejumlah rumah sakit mencapai angka di atas 65 persen.

Kemudian terjadi peningkatan kasus aktif secara signifikan.

Kepala Bapelkes RI Kota Batam, Asep Zaenal Mustofa.
Kepala Bapelkes RI Kota Batam, Asep Zaenal Mustofa. (TribunBatam.id/Istimewa)

Pencapaian Vaksinasi Corona di Batam yang masih di bawah 50 persen dari total masyarakat yang menjadi target vaksinasi.

Selain itu, juga dihitung jumlah yang meninggal per 100.000 penduduk, apakah ada peningkatan.

Positive Rate, yang dihitung dari jumlah penduduk yang di test dan jumlah yang positifnya.

Lalu, tracing yang dilakukan secara baik atau tidak.

"PPKM akan diperpanjang dengan melihat hasil evaluasi oleh pemerintah pusat, terutama evaluasi terhadap Pemerintah daerah dalam beberapa kriteria yang telah ditetapkan, merujuk Instruksi Mendagri khususnya No. 17 dan 20 Tahun 2021," ungkapnya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (20/7/2021).

Kepala Bapelkes Batam itu mengusulkan kepada daerah yang memberlakukan PPKM Darurat untuk secara optimal melaksanakan Instruksi Mendagri.

Khususnya nomor 17 dan nomor 20 Tahun 2021.

Selain itu, mendorong terus kepada masyarakat agar mematuhi penerapan PPKM Darurat ini.

Mengingat PPKM dilaksanakan berdasarkan evaluasi bertahap per-2 minggu.

"Jika 2 minggu pertama tidak laksana PPKM nya, maka akan berlanjut PPKM berikut-nya.

Bersabarlah, dengan mematuhi PPKM selama 2 minggu, jika kita tidak bisa mematuhi PPKM yang 2 minggu.

Maka kita akan terus hidup terus bersama Corona," kata Asep.

BANDARA HANG NADIM BATAM - Suasana terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (15/7/2021). Sebanyak 58 penumpang asal Padang yang lolos terbang ke Batam membawa hasil Rapid Test Antigen saat PPKM Darurat Batam masih jadi sorotan.
BANDARA HANG NADIM BATAM - Suasana terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (15/7/2021). Sebanyak 58 penumpang asal Padang yang lolos terbang ke Batam membawa hasil Rapid Test Antigen saat PPKM Darurat Batam masih jadi sorotan. (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Dia juga mengingatkan agar selalu melaksanakan protokol Kesehatan dan jangan abai.

Ia mencontohkan negara Adidaya sekelas Amerika Serikat.

Dimana sdalam satu hari, pasien positif virus corona tembus 90 ribu-an kasus hanya karena penduduknya abai menggunakan masker.

"Jadikan India sebagai pembelajaran berharga untuk Batam dan Indonesia tercinta," ujarnya.

Data Kasus Covid-19 perhari selama PPKM Darurat.

12 Juli: 374 orang

13 Juli: 322 orang

14 Juli: 213 orang

15 Juli: 266 orang

16 Juli: 417 orang.

17 Juli: 495 orang

18 Juli: 523 orang

19 Juli : 373 orang.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved