Sabtu, 9 Mei 2026

NATUNA TERKINI

Pembangunan Embung Sebayar di Natuna, Pemkab Siapkan Administrasi Lahan

Kabid SDA Dinas PU Natuna, Nanang Agus menyebut, dana pembangunan Embung Sebayar itu bersumber dari APBN. Saat ini Pemkab siapkan dokumen lahan

Tayang:
Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Pembangunan Embung Sebayar di Natuna, Pemkab Siapkan Administrasi Lahan. Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna, Nanang Agus H 

Laporan Kontributor Tribunbatam.id di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna untuk memiliki sumber air baku baru di daerah Sebayar akan segera terealisasi.

Itu menyusul telah dilakukannya kajian oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Provinsi Kepulauan Riau, belum lama ini.

Dari kajian yang dilakukan BWSS, Embung Sebayar diperkirakan mampu menampung air sebanyak 410.000 meter kubik. Pasokan air ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Natuna hingga tahun 2040 mendatang, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Bunguran Timur .

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Natuna, Nanang Agus H, saat ditemui di tempat kerjanya mengatakan, pembangunan embung tersebut menggunakan anggaran dari APBN. Namun mengenai besaran angkanya masih belum ditentukan.

"Nanti bulan September baru akan dibahas lagi mengenai nilai anggaran pembangunan embung itu," ujar Nanang, Rabu (21/7/2021).

Sejauh ini berbagai dokumen terkait kelengkapan administrasi lahan yang akan dibangun embung, telah disiapkan oleh Pemkab Natuna.

"Lahan itu milik masyarakat, akan dibebaskan Pemkab Natuna nantinya, tapi secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah," imbuh Nanang.

Maksimalkan Fungsi Embung Sabang Mawang

Pemkab Natuna sebelumnya juga punya rencana untuk memaksimalkan fungsi Embung Sabang Mawang.

Keberadaan Embung Sabang Mawang itu dinilai belum maksimal untuk mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Tiga.

Diketahui, air merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga menjadi salah satu kewajiban pemerintah daerah untuk memenuhinya.

Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Natuna, Suratmojo mengatakan, untuk memaksimalkan keberadaan embung tersebut, Pemkab Natuna telah menganggarkan dana terkait air bersih dalam upaya pemanfaatan embung pada 2021 ini.

"Dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 1,8 miliar," ucapnya di sela-sela peresmian Kantor Camat Pulau Tiga Barat, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Jojo ini mengatakan, pekerjaan tersebut sudah dilelang dan saat ini masuk masa sanggah.

Baca juga: Program Nasi Kapau di Natuna, Polsek Serasan Permudah Warga Disuntik Vaksin

Ilustrasi Embung Sabang Mawang di Natuna
Ilustrasi Embung Sabang Mawang di Natuna (tribunbatam.id/istimewa)

Ia melanjutkan, pemanfaatan embung nantinya akan dibangun sarana pengolahan air, pompa sampai sambungan ke rumah warga.

"Air bakunya sudah tersedia dan cukup apabila kita distribusikan ke rumah warga," terangnya.

Jojo berharap, dengan dibangunnya sarana air bersih sampai ke rumah warga, ke depan krisis air baku yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Pulau Tiga tidak ada lagi.

Sementara itu, Camat Pulau Tiga, Sudirman membenarkan, bahwa Embung Sabang Mawang yang ada di Desa Sabang Mawang hingga saat ini masih belum tersalurkan ke rumah-rumah warga.

"Jika Embung Sabang Mawang sudah didistribusikan ke Desa Sabang Mawang, insyaAllah bisa tercover. Kalau ke Desa Sabang Mawang Barat belum pasti bisa mengcover semuanya," kata Sudirman.

Ia juga berharap, pemanfaatan Embung Sabang Mawang bisa mencukupi kebutuhan air dua desa, yaitu Sabang Mawang dan Sabang Mawang Barat.

"InsyaAllah inikan ada dana yang dikucurkan Pemkab untuk pemanfaatan Embung Sabang Mawang, mudah-mudahan bisa mengcover Desa Sabang Mawang dan Sabang Mawang Barat," pungkasnya.

MASUK Program Prioritas

Sementara itu, Bupati Natuna Wan Siswandi sebelumnya menyampaikan tiga usulan prioritas ke DPRD Natuna dalam rapat kerja implementasi kegiatan tahun anggaran 2021.

Kegiatan digelar di Gedung Paripurna DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Senin (7/6/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Kepri di Natuna, Aktivitas Usaha Akan Dibatasi hingga Pukul 17.00 WIB

Baca juga: ALIRAN Air Bersih di Marina hingga Tanjunguncang Mati Total, SPAM Batam Umumkan Perbaikan Pipa Bocor

Pada kesempatan itu, Wan Siswandi mengatakan, di masa kerjanya hingga 2024 mendatang banyak sekali usulan kegiatan yang mesti diprioritaskan serta dilaksanakan.

Namun mengingat terbatasnya dana yang ada, maka dipilihlah beberapa usulan yang sangat mendesak dan harus dituntaskan dalam waktu dekat.

"Terbatasnya dana yang ada, saya mengusulkan tiga usulan saja di antaranya, pembangunan jalan dua arah dari simpang Sungai Ulu ke Kantor Bupati Natuna serta pelebaran jalan hingga ke Batu Hitam, kemudian sarana air bersih dan penyelesaian pembangunan Gedung Dewan," kata Wan Siswandi seusai rapat kerja bersama DPRD Natuna tentang implementasi kegiatan anggaran tahun 2021.

Menurutnya, Gedung DPRD Natuna penting diselesaikan karena barang sudah ada. Selain itu agar ada tempat baru bagi wakil rakyat.

"Saya berupaya dalam waktu tiga tahun gedung dewan kita selesaikan, dan juga masalah air bersih, karena air bersih sangat penting sehingga harus dituntaskan. Mengingat kota Ranai dan sekitarnya masih sering mengalami krisis air bersih, terutama ketika musim kemarau," bebernya.

Wan Siswandi juga mencontohkan terkait masalah air bersih. Ia yang tinggal di Jalan Pramuka Kota Ranai saja sering kesulitan air. Ini artinya persoalan air bersih sangat mendesak bagi masyarakat dan harus menjadi skala prioritas dalam program pembangunan.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, Wan Siswandi menuturkan akan menggunakan semua sumber dana yang ada, baik itu dari APBN, ABPD Provinsi dan APBD Natuna.

"Soal sumber dana, akan kita kejar semua baik dari APBN, Provinsi maupun APBD Natuna," sebutnya.

Selain kegiatan priotitas tersebut, Wan Siswandi juga mengatakan agar kegiatan swakelola yang di desa-desa, segera dilaksanakan sebagai sumber penompang ekonomi masyarakat.

"Untuk kegiatan swakelola yang ada di desa-desa saya sarankan segera dikerjakan meskipun dilakukan secara bertahap. Sebab kegiatan tersebut merupakan penopang ekonomi masyarakat, apalagi saat ini di masa pendemi Covid-19 tentu sangat membantu masyarakat," tambahnya.

Ia juga mengatakan, tidak semua kegiatan bisa dilaksanakan. Sebab saat ini pemerintah sedang fokus penanganan Covid-19.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar mengatakan terlambatnya kegiatan dilaksanakan pada tahun 2021, bukan karena masa transisi, namun karena dampak Covid-19.

"Insyaallah eksekutif dan legislatif mitra terbaik yang akan bekerja sama untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat," kata Amhar.

Ia juga menyampaikan, secara politik tidak ada lagi 01 dan 02. Ketika dilantiknya Wan Siswandi dan Rodhial Huda sebagai Bupati dan Wakil Bupati Natuna pada 24 Mei 2021, maka tidak ada lagi kubu-kubu.

"Saya minta agar semua bisa kembali bersatu dan mendukung Bupati dan Wakil Bupati Natuna dalam melaksanakan tugasnya," pungkasnya.

Pantauan Tribunbatam.id terlihat rapat kerja implementasi kegiatan tahun anggaran 2021 dihadiri oleh Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar, Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik dan sejumlah anggota DPRD Natuna.

(Tribunbatam.id/Wina/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved