Breaking News:

Oknum Satpol PP, Dishub dan BPBD Pungli Sopir Truk, Modus Surat Vaksin di Pos Penyekatan PPKM

Lima oknum honorer yang bertindak sebagai Satgas PPKM Covid-19 melakukan aksi pungli ke para sopir di pintu keluar jalan tol bermodus surat vaksin

(TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA)
Lima oknum pegawai honorer dari tiga dinas di Kabupaten Ogan Ilir ditangkap karena melakukan pungli di Pintu Masuk Tol Kramasan (Palembang-Lampung) Kabupaten Ogan Ilir. 

TRIBUNBATAM.id - Lima oknum honorer yang bertindak sebagai Satgas PPKM Covid-19 melakukan aksi tercela.

Bukannya bertugas dengan baik, mereka malah melakukan pungutan liar ke para sopir truk.

Caranya, sopir yang tak bisa menunjukkan surat vaksin wajib bayar antara Rp20 ribu sampai Rp50 ribu.

Aksi premanisme berbaju dinas ini terbongkar setelah ada korbannya merekam aksi pelaku dan videonya viral.

Tak lama, para pelaku yang bertugas di pintu keluar Tol Kramasan (Palembang-Lampung), Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Kelima pelaku yakni B (23) honorer BPBD Kabupaten Ogan Ilir, ARR (27) honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir.

Baca juga: Imigrasi Batam Gusar Kabar Dugaan Pungli: Kami Sudah Cek Tak Ada

Kemudian NK (21) honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir, H (39) honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir, dan NP (19) honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir.

Dugaan pungutan liar (pungli) seorang pria dengan menenteng senjata tajam, terjadi di depan Rumah Sakit Letersia, Jalan Soekarno-Hatta, KM 18, Kota Binjai, Sabtu (15/5/2021)
Dugaan pungutan liar (pungli) seorang pria dengan menenteng senjata tajam, terjadi di depan Rumah Sakit Letersia, Jalan Soekarno-Hatta, KM 18, Kota Binjai, Sabtu (15/5/2021) (Tribun-medan.com/HO)

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra melalui Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, pungli ini terungkap setelah seorang korban merekam perbuatan pelaku yang selanjutnya viral di media sosial.

"Bahwa apa yang tersiar di medsos betul adanya dan kelima pelaku adalah pegawai honorer," ujarnya, dikutip dari Tribunsumsel, Kamis (22/7/2021).

Modusnya, para pelaku meminta sejumlah uang kepada sopir truk yang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin ataupun hasil swab antigen sebagai syarat untuk melewati wilayah perbatasan.

Bila bersedia membayar, para sopir akan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

Baca juga: NOMOR Telepon Polda Kepri Untuk Mengadukan Aksi Premanisme dan Pungli

Hisar mengatakan, seharusnya para sopir tersebut diarahkan untuk putar balik karena tidak dapat memenuhi syarat perjalanan lintas wilayah di masa pandemi.

"Korban adalah para sopir yang sekarang ini sudah tidak lagi di Palembang.

Maka kita gali keterangan dari yang bisa kita dapat.

Mulai dari teman-temannya yang berjaga di pos penyekatan, kemudian dari pelaku itu sendiri," ujarnya dilansir dari TribunSumsel.com.

Jumlah uang yang diminta para pelaku bervariasi, mulai dari Rp 20.000, Rp 30.000, sampai Rp 50.000 per truk.

Dari hasil pemeriksaan, ada pelaku yang bisa mengumpulkan Rp 200.000 dalam satu hari melakukan pungli.

Lima oknum pegawai honorer dari tiga dinas di Kabupaten Ogan Ilir ditangkap karena melakukan pungli di Pintu Masuk Tol Kramasan (Palembang-Lampung) Kabupaten Ogan Ilir.
Lima oknum pegawai honorer dari tiga dinas di Kabupaten Ogan Ilir ditangkap karena melakukan pungli di Pintu Masuk Tol Kramasan (Palembang-Lampung) Kabupaten Ogan Ilir. ((TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA))

"Dari pengakuannya, mereka mulai melakukan pungli baru minggu-minggu ini saja," ujarnya.

Baca juga: Imigrasi Batam Gusar Kabar Dugaan Pungli: Kami Sudah Cek Tak Ada

Baca juga: YouTuber Beni Eduward, Sosok Pria Perekam Pungli Oknum Polisi, Masuk Penjara dan Dibuat Menderita

Baca juga: HEBOH Kasus Pungli di Tanjung Priok Berimbas ke Batam, 10 Juru Parkir Liar di Nagoya Diamankan

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved