Senin, 8 Juni 2026

KEBIJAKAN

TANPA Dollar, Transaksi Bilateral Indonesia-China Pakai Rupiah dan Yuan,BI: Teknisnya Hampir Selesai

Saat ini Bank Indonesia juga telah melakukan sosialisasi dengan Kementerian dan pelaku dunia usaha.

Tayang:
AP
Mata uang yuan. Transaksi bilateral Indonesia-China akan menggunakan rupiah dan yuan. 

Kerjasama ini bertujuan juga untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Sebagai tambahan informasi, Local Currency Settlement (LCS) adalah penyelesaian transaksi bilateral antara dua Negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing Negara.

Di mana settlement transaksinya dilakukan di dalam yurisdiksi wilayah Negara masing-masing.

Sekadar informasi, sebelumnya Bank Indonesia telah bekerjasama dengan 4 bank sentral lainnya yakni negara Malaysia, Thailand, Filipina, dan Jepang.

Karena itu, rencana kerja sama LCS dengan China akan menambah jumlah transaksi dengan tidak menggunakan dollar Amerika Serikat (AS) menjadi 5 negara.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resimnya menambahkan, BI terus mempercepat program pengembangan pasar uang untuk menjawab tuntutan global,

tantangan peningkatan tren digitalisasi transaksi, dan inovasi keuangan yang terus berkembang.

"Untuk membangun pasar uang modern dan maju, kebijakan BI diarahkan pada tiga hal, yaitu, mendorong digitalisasi dan penguatan infrastruktur pasar keuangan, meningkatkan efekivitas

transmisi kebijakan moneter, dan mengembangkan sumber pembiayaan ekonomi dan pengelolaan risiko," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved