Kamis, 16 April 2026

KEBIJAKAN

TANPA Dollar, Transaksi Bilateral Indonesia-China Pakai Rupiah dan Yuan,BI: Teknisnya Hampir Selesai

Saat ini Bank Indonesia juga telah melakukan sosialisasi dengan Kementerian dan pelaku dunia usaha.

AP
Mata uang yuan. Transaksi bilateral Indonesia-China akan menggunakan rupiah dan yuan. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA – Transaksi bilateral perdagangan dan investasi Indonesia dan China sebentar lagi tidak akan menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat

Transaksi akan menggunakan mata uang lokal kedua negara tersebut, yakni Rupiah dan Yuan.

Meski awalnya ditargetkan mulai dilakukan bulan Juli 2021, namun teknis pelaksanaan hampir selesai.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat ditanya mengenai perkembangan kerjasama Local Currency Settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan China.

Baca juga: Harga Bitcoin Langsung Melonjak Usai Elon Musk Sebut Tesla Bakal Terima Kripto Lagi

Menurut Perry, untuk persyaratan dan teknis terkait LCS sudah selesai. 

Bahkan saat ini Bank Indonesia juga telah melakukan sosialisasi dengan Kementerian dan pelaku dunia usaha.

“Kami sampaikan kabar gembira, seluruh persyaratan maupun teknis operasional Local Currency Settlement antara Tiongkok dan Indonesia sudah selesai,” ucap Perry dalam konferensi secara daring, Kamis (22/7/2021).

“Bahkan mekanisme operasional dan penunjukkan bank-bank juga sudah selesai. Kita juga sudah lakukan sosialisasi Local Currency Settlement dengan kementerian lembaga dan dunia usaha,” sambungnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Bank Indonesia segera melakukan kerjasama Local Currency Settlement atau penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan China.

Awalnya Bank Indonesia menargetkan, pelaksanaan tersebut akan terjadi pada Juli 2021.

Adapun tujuan pelaksanaan LCS adalah mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung.

Baca juga: WHO Desak Pembatasan Lebih Ketat di Indonesia, Sebut Kasus Positif Covid-19 Melonjak 5 Kali Lipat

Selain itu, kerja sama tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS.

LCS merupakan kerja sama Indonesia dengan beberapa bank sentral negara lain.

Dalam arti kata lain, transaksi bilateral antara Indonesia dan China akan menggunakan mata uang Rupiah dan Yuan, dan tidak lagi menggunakan dolar Amerika Serikat.

Tujuan kerjasama ini untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved