Breaking News:

CORONA KEPRI

1.974 Warga Tanjungpinang Masih Dikarantina, Jika Butuh Informasi Bisa Kontak Nomor Hotline Ini

Di masa penerapan PPKM level IV, perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

TRIBUNBATAM.id/SON
Di masa penerapan PPKM level IV, perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penambahan jumlah kasus baru covid-19 di Tanjungpinang masih terus terjadi.

Bahkan, di masa penerapan PPKM level IV, perkembangan kasus aktif Covid-19 di Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Meski begitu juga tercatat angka menunjukkan pasien yang sembuh kembali bertambah.

Namun sementara itu jumlah kasus yang meninggal akibat Covid-19 terus mengalami penambahan.

Berdasarkan data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 23 Juli 2021 terdapat 7763 total kasus covid-19.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 1.974 pasien kasus aktif yang terdiri dari 1743 pasien isolasi mandiri, 103 pasien rawat di Rumah Sakit dan 128 pasien karantina Lohass Hotel.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi (sembuh) bertambah sebanyak 5552 namun ada 237 pasien yang juga bertambah dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: BPKN Perketat Protokol Kesehatan, Waspadai Hasil Tes dan Sertifikat Vaksin Palsu

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tim Satgas Covid-19 di Hotline : 0823-8712-6255

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya. 

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Sabtu (24/7/2021)

Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 ini. 

"Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved