Jumat, 17 April 2026

CORONA KEPRI

Jerit Hati Porter Pelabuhan saat PPKM Batam, Berharap Penumpang Meski Kondisi Lengang

Porter Pelabuhan Domestik Sekupang sudah pusing dengan kondisi pandemi Covid-19. Kini kondisi mereka diperparah dengan PPKM Level IV di Batam.

|
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
PPKM LEVEL IV - Porter Pelabuhan Fery Domestik Sekupang Batam duduk di atas trolly barang menunggu penumpang, Minggu (25/7/2021). Kondisi PPKM Level IV benar-benar dirasakan mereka. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas Jony Minggu (25/7/2021) pagi tampak tak biasa.

Ia senang meski peluh keringat bercucuran mengangkut bawang bawaan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam.

Bunyi kapal yang datang, menjadi 'alarm' bagi ia bersama rekannya.

Mereka langsung bergegas menawarkan jasa angkut barang kepada penumpang.

Sebab ada Rupiah yang bisa ia terima untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tapi itu dulu ketika pandemi Covid-19 belum masuk ke Batam.

Apalagi dengan kebijakan PPKM Darurat yang kini berganti nama menjadi PPKM Level IV.

Jony semakin pusing ketika tahu Pemerintah Pusat memperpanjang PPKM Level IV di Batam hingga 8 Agustus 2021.

Pikirnya dengan kondisi sekarang saya, kepalanya sudah pusing.

Mencari pengguna jasa transportasi laut yang menginginkan jasanya.

Bersama sejumlah rekan porter sesama pelabuhan, mereka lebih banyak duduk.

Tak banyak yang bisa mereka perbuat selain terus berusaha demi bertahan hidup.

PPKM Level IV diketahui berimbas pada jadwal pelayaran kapal, khususnya Jadwal Kapal Ferry.

Sejumlah operator kapal memilih untuk menunda pelayaran daripada memberangkatkan penumpang yang tidak tutup dengan biaya operasional.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Tanjungpinang saat PPKM Level IV, Mayoritas Isolasi Mandiri

Baca juga: PPKM Level IV Tanjungpinang Berlanjut, Gubernur Kepri Minta Pusat Kirim Antigen dan Obat

Dampaknya, kondisi sejumlah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Domestik Sekupang pun sepi.

Benar-benar lengang.

"Serba sulit sekarang, bingung mau cari duit kemana lagi. Pelabuhan sepi begini," keluh Jony, Minggu (25/7/2021).

Jony yang bertahun-tahun bekerja sebagai porter di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam ini mengaku, setidaknya sudah dua pekan terakhir kondisi pelabuhan benar-benar lengang.

Ia lebih memilih berada di pelabuhan.

Karena di rumah tak ada yang bisa ia kerjakan.

Dari hasil jerih payahnya membantu angkut barang bawaan penumpang, Jony mampu membersarkan ketiga anaknya.

"Dapat dua puluh, tiga puluh ribu Rupiah jadilah bang, daripada gak ada," sebutnya.

Sejumlah porter di Pelabuhan Domestik Sekupang itu pun berharap agar pelayaran kapal antar pulau kembali beroperasi seperti biasa.(TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved