Kamis, 23 April 2026

Bencana Bertubi Melanda China, Usai Banjir Kini Badai Pasir Sapu Kota di Negeri Panda

Juli 2021 alam sepertinya sedang tak begitu ramah dengan Negeri Panda julukan untuk China yang kini salah satu daerahnya dilanda badai pasir dahsyat

AP via Kompas.com
Badai pasir membawa kabut berwarna orange ke langit Beijing dan mengirim indeks kualitas udara memburuk pada Senin (15/3/2021) 

TRIBUNBATAM.id - Juli 2021 alam sepertinya sedang tak begitu ramah dengan Negeri Panda, China.

Belum hilang kengerian banjir hebat di Henan, yang menyebabkan korban jiwa dan banyak penduduk dievakuasi, kini Beijing dilanda badai pasir.

Bencana itu menyebabkan jarak pandang di sebagian besar ibu kota China menjadi berkurang.

Akibat badai pasir itu kota kuno Jalur Sutra Dunhuang di barat laut China dalam malapetaka.

Badai pasir membuat langit berwarna kuning dan mengurangi jarak pandang kurang dari 5 meter di beberapa area.

Badai pasir itu menyapu dinding bangunan tinggi hingga sekitar 100 meter di atas kota di Provinsi Gansu di tepi Gurun Gobi.

Badai pasir di China setinggi 100 meter menghantam gedung bertingkat.
Badai pasir di China setinggi 100 meter menghantam gedung bertingkat. ([SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN](SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN))

Melansir ABC News pada Selasa (27/7/2021), polisi lalu lintas setempat segera memberlakukan kontrol gerbang tol dan mengarahkan kendaraan yang terdampak badai pasir untuk meninggalkan jalan tol dan berhenti di rest area.

Badai pasir China membuat lalu lintas macet dan lebih dari 400 penerbangan dari dua bandara utama ibu kota dibatalkan.

Beijing sebenarnya menghadapi badai pasir reguler pada Maret dan April karena dekat dengan Gurun Gobi, serta karena efek deforestasi dan erosi tanah di seluruh China utara.

Sejauh ini, China berusaha menanam pohon sekitar wilayah itu sebagai "tembok hijau besar" dalam upaya untuk menghalau debu yang masuk.

Baca juga: China Tak Henti Dilanda Bencana, Sebelumnya Banjir Kini Dihantam Badai Pasir

Negara komunis ini juga telah mencoba membuat koridor udara yang menyalurkan angin dan memungkinkan pasir dan polutan lainnya lewat lebih cepat.

Tindakan tersebut telah mengurangi intensitas badai pasir, tetapi perluasan kota dan industri telah memberikan tekanan konstan pada lingkungan di seluruh China.

Dunhuang pernah menjadi garnisun perbatasan di Jalur Sutra yang sekarang dikenal dengan Gua Mogao, sebuah kompleks dengan 492 gua yang dihiasi dengan patung-patung Buddha dan lukisan dinding.

Baca juga: CHINA Melawan! Xi Jinping Tolak Penyelidikan Lanjutan Asal Usul Covid-19

Sebelumnya, pada Senin (15/3/2021), Observatorium Meteorologi Beijing memperingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan sesuai kondisi bahaya.

Peringatan kuning untuk badai pasir dikeluarkan pada 7.25 pagi di Beijing.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved