EMAS HARI INI
Investasi Tepat di Masa Pandemi, Inilah Rahasia Menabung Emas untuk Dana Darurat
Salah satu indikator keuangan keluarga sehat adanya alokasi dana darurat yang bisa dengan mudah diakses namun juga tak bisa mudah diakses sehari-hari
TRIBUNBATAM.id - Salah satu indikator keuangan sebuah keluarga dinilai sehat adanya alokasi dana darurat.
Sayangnya, tak sedikit keluarga yang sebenarnya punya penghasilan lebih luput menyisihkan pos anggaran ini.
Alhasil, pada waktu-waktu tertentu, misal ada anggota keluarga sedang sakit atau kebutuhan sekolah anak yang muncul mendadak, orangtua gelagapan atau bingung mencari sumber dana.
Dalam manajemen keuangan dana darurat merupakan hal penting namun kerap terlupakan.
Di masa pandemi seperti sekarang, misalnya, dana darurat dapat dipergunakan untuk kebutuhan tak terduga.
Seperti yang disampaikan Co-Founder & CMO IndoGold Indra Sjuriah, dana darurat merupakan sejumlah uang yang dipersiapkan untuk kebutuhan yang tak terduga di masa mendatang.
Baca juga: Cara Mengelola Keuangan, Pekerja Sebaiknya Punya Dana Darurat
"Dana darurat harus mudah diakses, akan tetapi tidak diakses sehari-hari karena sifatnya digunakan ketika sangat dibutuhkan.

Misalnya terjadi pengurangan pendapatan, perbaikan mobil atau rumah dan kebutuhan sejenis lainnya," ujarnya pada Ahad (28/3/2021).
Dia menyebut, salah satu cara untuk menyimpan dana darurat adalah dengan cara menabung emas.
Indra mengatakan, emas cocok digunakan sebagai tabungan dana darurat karena sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, mudah dicairkan serta harga cenderung meningkat dalam jangka panjang.
Apalagi saat ini menabung emas dapat dilakukan secara online sehingga lebih praktis dan dapat diakses kapanpun.
Dia pun membagikan beberapa tips yang dapat dicoba untuk mengumpulkan dana darurat dengan tabungan emas.
Pertama, dijelaskan dia adalah menghitung rata-rata pengeluaran bulanan.
Baca juga: Cara Mengatur Keuangan 2021 Menurut Ahli, Perbesar Pos Dana Darurat
Perhitungan dana darurat berangkat dari pengeluaran bulanan rutin yang biasa dilakukan.
Idealnya, apabila seseorang berstatus lajang maka nominal dana darurat setara 3 kali pengeluaran.
Sedangkan bagi yang berstatus telah menikah dan memiliki seorang anak, maka nominal dana darurat setara 6 kali pengeluaran.
"Namun pembelajaran yang dapat dipetik dari pandemi yang telah berjalan hingga 1 tahun lebih, maka dapat memperbesar nominal dana darurat hingga 12 kali pengeluaran," jelasnya dilansir dari Kompas.com.

Kedua adalah mengalokasikan sebagian penghasilan secara rutin pada tabungan emas.
Seseorang dapat mengalokasikan secara rutin dengan tabungan emas sebesar 5-10 persen dari penghasilan tiap bulannya.
Apabila ingin mengumpulkan dalam waktu yang lebih cepat, dapat memperbesar alokasi menjadi 20 persen dengan catatan pengalokasian tersebut tidak membebani Anda.
Ketiga adalah mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.
Dia menjelaskan, pengalokasian dana darurat dapat bertambah apabila mengurangi pengeluaran yang tidak penting, yakni pengeluaran yang hanya didasarkan pada keinginan semata.
"Sementara yang keempat adalah memonitor tabungan emas yang dikumpulkan.
Meskipun secara rutin telah dianggarkan untuk pengumpulan dana darurat, akan tetapi perlu dipantau secara berkala sehingga tetap pada tujuan awal yang ingin diraih," jelas dia.
Baca juga: AWAS Silau Memilih Investasi Emas, Cermati Skemanya, Jangan Nafsu!
Baca juga: Kilau Investasi Emas di Masa Pandemi
Baca juga: Investasi Emas Makin Terjangkau, Kini Ada Logam Mulia Mikro Ukuran Mulai 0,1 Gram
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
(*/ TRIBUNBATAM.id)