Sabtu, 9 Mei 2026

Tabung Oksigen Palsu Dijual Rp 4,5 Juta, Peneliti LIPI Sebut Bahayanya Tak Main-main

Tabung oksigen palsu untuk pasien Covid-19 dijual di Tangerang, Banten. Berikut bahayanya bagi kesehatan.

Tayang:
HEALTH
COVID-19 - Tabung oksigen palsu dijual dengan harga tinggi, padahal bahayanya tak main-main. FOTO: ILUSTRASI 

TANGERANG, TRIBUNBATAM.id - Tabung oksigen palsu untuk pasien Covid-19 dijual di Tangerang, Banten.

Pemalsuan tabung oksigen ini diungkap oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Polresta Metro Tangerang Kota menangkap IF (27), Senin (26/7/2021).

Dia merupakan pelaku kasus dugaan pemalsuan tabung karbon dioksida.

IF diduga memalsukan tabung karbon dioksida menjadi tabung oksigen.

Caranya dengan mengecat tabung yang berwarna merah menjadi putih.

Tak hanya itu, IF juga menjual tabung itu dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 4,5 juta.

Aksi ini tentu tidak manusiawi, mengingat kondisi pandemi sedang serba sulit.

Apalagi tabung oksigen adalah salah satu barang langka yang dibutuhkan pasien kritis Covid-19 dan menyangkut nyawa manusia.

Lantas, apa bahayanya jika menggunakan tabung oksigen palsu?

Bahaya tabung oksigen palsu

Melansir Kompas, Peneliti dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yudi Nugraha Thaha, mengatakan, tabung karbon dioksida (CO2) tidak dapat digunakan untuk manusia.

“Tabung CO2 jika dihirup berbahaya bagi manusia," ujar Yudi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/7/2021).

Ia menyebutkan, menghirup CO2 bisa menyebabkan keracunan.

"Karena akan mengakibatkan keracunan, akibat gangguan penyerapan oksigen pada sel tubuh, terutama di paru-paru,” kata Yudi.

Penggunaan tabung oksigen medis dengan tabung lain yang peruntukannya tidak untuk kepentingan medis juga tidak diperbolehkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved