Breaking News:

BPJS Kesehatan Sesuaikan Kebijakan Demi Prolanis di Masa Pandemi

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Agus Tri Harsanto
Ist
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT).

Biasanya, sebagai aktivitas program tersebut dilakukan kegiatan konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang serta edukasi dan senam prolanis di waktu tertentu oleh FKTP tempat peserta terdaftar.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 yang terjadi 1,5 tahun belakangan kegiatan Prolanis khususnya edukasi dan senam menjadi terbatas lantaran tidak bisa dilaksanakan secara langsung.

Peristiwa ini tentunya berakibat pada tidak optimalnya program yang dijalankan sehingga dikhawatirkan akan memberikan dampak yang buruk bagi peserta, FKTP, dan BPJS Kesehatan.

“Akibat pandemi, peserta prolanis banyak yang takut datang ke FKTP, apalagi untuk sekedar mengikuti penyuluhan dan senam.

Oleh karena itu BPJS Kesehatan perlu memberikan alternatif bentuk layanan edukasi dan aktivitas fisik seperti senam secara online selama masa pandemi,” kata Yusrianto selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam pada pertemuan daring dengan pimpinan FKTP pada Rabu (28/7).

Berdasarkan kebijakan terbaru, BPJS Kesehatan melakukan penyesuaian di masa pandemi dengan perubahan kebijakan.

Hal tersebut terkait pembiayaan yang dulunya hanya untuk kegiatan offline, namun sekarang dapat mengakomodasi kegiatan yang dilakukan secara online.

“BPJS Kesehatan akan mengakomodir kegiatan edukasi maupun senam yang dilakukan secara daring dengan peserta minimal 15 orang.

Untuk narasumbernya pun kami bebaskan, bisa dokter, bidan, perawat ataupun profesi lain yang dianggap mumpuni,” kata Yusrianto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved