Kamis, 11 Juni 2026

BATAM TERKINI

Pembangunan Pasar Induk Jodoh Berlanjut, Disperindag Batam Desain untuk 5 Lantai

Kabid Pasar Disperindag Batam Zulkarnain menyebut bangunan baru Pasar Induk Jodoh didesain untuk lima lantai. Anggaran yang diajukan RP 334 M

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Pembangunan Pasar Induk Jodoh Berlanjut, Disperindag Batam Desain untuk 5 Lantai. Foto Kepala Bidang Pasar Disperindag Pemerintah Kota Batam, Zulkarnain 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam masih melanjutkan pembangunan Pasar Induk Jodoh di lahan seluas 2,1 hektare.

Pembangunan pasar baru itu rencananya mampu menampung 1800an Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Design kita 5 lantai," ujar Kepala Bidang Pasar Disperindag Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Zulkarnain, Senin (2/8/2021).

Zulkarnain memaparkan, Pasar Induk nantinya akan dilengkapi dengan pasar basah, elektronik, batik dan di lantai 5 dilengkapi foodcourt dan masjid.

Lantai dasar merupakan pasar basah misalnya menjual ikan dan sayur mayur. Lantai kedua bahan pokok yang kering. Lantai ketiga pakaian, klontong, lantai empat elektronik.

Baca juga: Bingung Makan Apa dan Tinggal di Mana, Puluhan Orang Bertahan di Gedung Tua Pasar Induk Jodoh Batam

Baca juga: BREAKING NEWS - Pasar Induk Jodoh Batam Dibongkar Paksa, 3 Alat Berat dan Ratusan Aparat Dikerahkan

Terakhir lantai 5, foodcourt dengan view yang bagus, misalnya Singapura.

"Anggarannya kita sedang mengusulkan dengan Kementerian PUPR," katanya.

Pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 334 miliar. Kedepan, pengelolaan Pasar Induk tetap dikelola oleh Pemko Batam.

"Kita akan membentuk UPT. Karena cakupannya sudah mulai besar. Supaya pelaksanaannya lebih matang," katanya.

Ia melanjutkan kios di Pasar Induk Jodoh ini nantinya lebih diprioritaskan kepada PKL yang lama dan sudah terdata sejak Desember 2017 lalu. Yakni sebanyak 1.808 orang.

"Mereka yang jadi prioritas utama. Mereka akan menempati apa yang akan mereka jual," katanya.

Diakuinya rencana pembangunan ini sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Dengan maksud tujuan untuk menata PKL di sekitar Jodoh, Boulevard, Pasar Induk, Toss 3000 dan BCA.

"Tentunya dalam hal membangun ini, harus ada legalitas lahan. Alhamdulillah BP Batam telah memberikan hibah kepada kita 2 tahap. Tahap pertama 2018 sebesar 15 ribu meter persegi. Kemudian 2019, 5000 meter persegi," tutur Zulkarnain.

Ia menambahkan Pasar Induk memang dianggap penting. Kota Batam merupakan kota metropolis dan harus memiliki pasar induk.

"Sehingga bisa mengendalikan harga dan ada penyediaan barang pokok. Kami pun bisa mengontrol stok dan harga. Inilah tujuan kita," katanya.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved