Breaking News:

BERITA CHINA

Laut China Selatan, Kapal Perang Jerman Gabung Koalisi AS Tekan Ambisi Beijing

Tak cuma AS negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jepang, Australia dan Selandia Baru, memperluas aktivitas mereka di Pasifik menekan pengaruh China

usnavy
USS Ralph Johnson mengawal kapal induk USS Nimitz di Laut China Selatan. Laut China Selatan Makin Seram! Kapal Perang Jerman Gabung Koalisi AS Tekan Ambisi Beijing 

TRIBUNBATAM.id - Satu per satu negara Barat berpartisipasi di Pasifik menekan pengaruh militer China

China di bawah kepemimpinan Xi Jinping melakukan klaim sepihak di kawasan Laut China Selatan.

Di sana Beijing mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan yang mengandung ladang gas dan penangkapan ikan yang kaya.

Protes dari negara-negara berkembang seperti tak dihiraukan China, termasuk hadirnya angkatan laut Amerika Serikat (AS).

Tak cuma AS, negara-negara lain termasuk Inggris, Prancis, Jepang, Australia dan Selandia Baru, juga telah memperluas aktivitas mereka di Pasifik untuk melawan pengaruh China.

Baca juga: Diam-diam China Bangun Tembok Pertahanan Militer di Laut China Selatan

Pada Senin (2/8/2021), Jerman mengirim kapal perang ke Laut China Selatan untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Ini artinya, Jerman bergabung dengan negara-negara Barat lain dalam memperluas kehadiran militernya di kawasan itu, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ambisi teritorial China.

Reuters memberitakan, China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan dan telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan yang mengandung ladang gas dan penangkapan ikan yang kaya.

Angkatan Laut AS, dalam unjuk kekuatan melawan klaim teritorial China, secara teratur melakukan apa yang mereka sebut operasi "kebebasan navigasi" di mana kapal mereka melewati beberapa pulau yang diperebutkan.

China pada gilirannya menolak misi AS, dengan mengatakan mereka tidak membantu mempromosikan perdamaian atau stabilitas.

Baca juga: MEMANAS, Militer China Usir Kapal Perang Negara Adidaya AS di Laut China Selatan

Washington memang telah memfokuskan penentangan terhadap aksi China dalam kebijakan keamanan nasionalnya.

AS bahkan berusaha untuk menggalang mitra dengan negara-negara lain yang bertujuan untuk melawan apa yang dikatakannya sebagai kebijakan ekonomi dan luar negeri Beijing yang semakin memaksa.

Para pejabat di Berlin mengatakan angkatan laut Jerman akan tetap berpegang pada rute perdagangan umum.

Fregat itu juga tidak diharapkan untuk berlayar melalui Selat Taiwan, seperti aktivitas reguler yang dilakukan AS yang dikutuk oleh Beijing.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved