Breaking News:

Diam-diam China Bangun Tembok Pertahanan Militer di Laut China Selatan

Tindakan itu berupa pembangunan 'Tembok Besar'. Menurut laporan intelijen bangunan itu nanti menjadi bangunan pangkalan militer China.

Editor:
DIGITALGLOBE EUROPEAN SPACE IMAGING via TWITTER
Beijing telah membuka pangkalan militer besar di sebuah pulau benteng yang menjadi sengketa di wilayah strategis seiring meningkatnya konflik di Laut China Selatan. 

WASHINGTON DC, TRIBUNBATAM.id - Diam-diam, China kembali lakukan sesuatu di Laut China Selatan. 

Tindakan itu berupa pembangunan 'Tembok Besar'. Menurut laporan intelijen bangunan itu nanti menjadi bangunan pangkalan militer China.

Foto satelit yang dilihat oleh Washington Times, menunjukkan penyebaran pesawat peringatan dan kontrol Angkatan Udara China (PLA) KJ-500, ke Mischief Reef di Kepulauan Spratly pada Mei dan Juni.

Sementara foto satelit lainnya menunjukkan penempatan pesawat angkut Y-9 dan helikopter Z- 8 di Subi Reef.

Mantan perwira intelijen angkatan laut AS, Michael Dahm, yang saat ini bekerja di Universitas Johns Hopkins mengatakan foto satelit baru menunjukkan penempatan itu tampak permanen.

“Perubahan paling signifikan dalam postur militer pada 2021 adalah munculnya pesawat dan helikopter misi khusus China di Subi dan Mischief Reefs, menunjukkan PLA mungkin telah memulai operasi udara rutin dari lapangan udara tersebut,” kata dia melansir The Sun pada Senin (19/7/2021).

Baca juga: China Dikepung! Susul Inggris, Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut Cina Selatan, Blokade Xi Jinping

Perubahan itu terjadi ketika tahun lalu China diklaim menggunakan krisis Covid-19 untuk menegaskan kendali atas Laut China Selatan yang vital.

Beijing mengeklaim memiliki sebagian besar petak laut yang disengketakan, meskipun ada beberapa negara lain memiliki klaim yang tampaknya sah berdasarkan hukum internasional, seperti Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei.

Sebuah keputusan independen dari pengadilan yang didukung PBB menyangsikan klaim itu, dengan mengatakan bahwa perairan itu bersifat internasional.

Konvensi tersebut menyatakan bahwa klaim negara atas perairan di sekitar mereka harus diukur dari daratan.

Untuk menggagalkan ini, Beijing telah membangun pulau-pulau buatan di atas terumbu karang di tengah Laut Cina Selatan selama bertahun-tahun, sebelum menggunakannya sebagai pangkalan militer – meskipun berjanji untuk tidak melakukannya.

Pada 2015, China bersikeras sedang membangun tempat berlindung yang aman dan fasilitas penyelamatan, untuk penangkapan ikan komersial dan pengiriman di terumbu Paracel dan Pulau Spratly.

Baca juga: Indahnya Bunga Sporadis Raflesia di Kepulauan Laut Cina Selatan Terancam Punah Karena Minim Anggaran

"Kegiatan konstruksi relevan yang dilakukan China di Kepulauan Nansha (Spratly) tidak menargetkan atau berdampak pada negara mana pun, dan China tidak bermaksud mengejar militerisasi," kata Xi pada saat itu setelah foto satelit mengungkapkan China telah mengubah serangkaian pulau yang disengketakan menjadi benteng.

Kehadiran pesawat tempur modern akan ''mengisi celah kritis dalam kemampuan angkatan laut PLA di Laut Cina Selatan, terutama dalam hal pengintaian dan kekuatan udara,'' tambah Dahm.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved