Breaking News:

Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Bayar Denda Rp 200 Juta terkait Kasus Korupsi

Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah divonis 5 tahun penjara, dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan terkait kasus korupsi di Natuna 2011

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah diwakili keluarganya membayar pidana denda Rp 200 juta kepada Kejaksaan Negeri Ranai terkait kasus korupsi, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Batam di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah membayar pidana denda Rp 200 juta terkait kasus korupsi pengadaan lahan fasilitas umum di Kabupaten Natuna pada tahun 2011, Selasa (3/8/2021) pagi.

Pembayaran denda itu diwakili keluarga Raja Amirullah dan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam MS Sidabutar di Kantor Kejari Ranai.

Imam mengatakan, saat ini Raja Amirullah masih menjalani hukuman yang telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

"Terpidana Raja Amirullah tidak bisa menyerahkan pengembalian karena masih menjalani hukuman," ungkap Imam.

Diketahui, Raja Amirullah divonis 5 tahun penjara akibat kasus penyalahgunaan anggaran ganti rugi lahan sebesar Rp 2 miliar dari APBD Natuna tahun anggaran 2010. Tak cuma hukuman penjara, Amirullah juta dijatuhi pidana denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurangan.

Baca juga: Hari ini Bupati Natuna Serahkan Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Bagi Warga Bunguran Utara

Baca juga: Gubernur Kepri Positif Covid-19 Buat Bupati Natuna Cemas, Langsung Swab Antigen

Pada awalnya majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang menyidang kasusnya, memvonis Raja 2 tahun penjara pada 17 Juni 2015 lalu. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 3 tahun penjara.

Namun terpidana kala itu melakukan banding. Hasilnya, ia dihukum lebih tinggi menjadi 5 tahun penjara. Masih tidak puas dengan putusan pengadilan, Raja mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Namun MA justru memutuskan 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan untuk Raja.

Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Natuna, Asmiyadi selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Bahtiar selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Ketiganya terlibat dalam korupsi pelaksanaan ganti rugi lahan sebesar Rp 2 miliar dari APBD Natuna tahun anggaran 2010. Proses pembebasan tanpa membentuk Panitia Pembebasan Lahan. Namun dari hasil perhitungan luas lahan dengan total pembayaran terdapat kerugian negara senilai Rp 360 juta.

(Tribunbatam.id/Wina)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved