Senin, 13 April 2026

Tangis Mahasiswa Kedokteran Pecah Saat Praktik Bedah, Ternyata Mayat yang di Bedah Sahabat Sendiri

Seorang mahasiswa kedokteran di Nigeria menangis saat tahu jenazah yang hendak dibedahnya adalah teman sendiri.

Editor: Eko Setiawan
kompas.com
ilustrasi jenazah korban pembunuhan di Karawang 

TRIBUNBATAM.id, ABUJA -Mahasiswa kedokteran berlinangan air mata ketika sedang melakukan bedah mayat untuk praktik di kampusnya.

Mayat yang tewas karena tertembus peluru tersebut ternyata temannya sendri.

Hatinya seolah teriris dan memilih meninggalkan ruangan praktik.

Seorang mahasiswa kedokteran di Nigeria menangis saat tahu jenazah yang hendak dibedahnya adalah teman sendiri.

Enya Egbe masih ingat betul kejadian pada Kamis tujuh tahun silam, ketika dia berkuliah di Universitas Calabar.

Saat itu, mereka tengah mengikuti kelas Anatomi dan dibagi dalam satu kelompok berisi tiga orang untuk menangani satu kadaver.

Beberapa menit kemudian, Egbe meninggalkan ruang anatomi dan menangis, setelah tahu sosok kadaver yang ditanganinya.

Dilansir BBC Senin (2/8/2021), jenazah yang hendak dibedah adalah Divine, teman Egbe selama tujuh tahun.

"Kami sering pergi ke klub bersama. Ada dua lubang peluru yang bersarang di dada sebelah kanannya," papar Egbe.

Mahasiswa kedokteran lainnya, Onyifo Ana juga berlari setelah Egbe, dan menemukan temannya itu terisak di luar.

Ana menuturkan, kebanyakan mayat penelitian yang mereka pakai berlubang oleh peluru.

"Saya merasa bersalah saat menyadari mereka kemungkinan bukanlah kriminal," kata dia.

Dia mengungkapkan pada pagi hatinya, dia sudah melihat mobil polisi membawa mobil berisi mayat penuh darah di luar fakultasnya.

Egbe segera mengirim pesan ke keluarga Divine yang ternyata mencari di kantor polisi terdekat.

Divine dan tiga temannya ditangkap saat sedang keluar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved