BATAM TERKINI
Waka DPRD Batam Ini Dukung Pembangunan Pasar Induk Dilanjutkan dengan Dua Syarat
Waka I DPRD Batam Kamaluddin meminta agar teknis di lapangan terkait pembangunan Pasar Induk Jodoh dilakukan secara harmonis dan hindari keributan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasar Induk Jodoh sangat dibutuhkan untuk menekan inflasi di Kota Batam. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua I DPRD Batam, Kamaluddin.
"Karena Pasar Induk menjadi kegunaan bersama. Kita sangat mendukung agar Pasar Induk dibenahi sesuai master plan yang dirancang," ujar Kamal, Rabu (4/8/2021).
Untuk kegiatan tahapan pembangunan Pasar Induk Jodoh, diharapkan akan dilakukan kembali setelah kebijakan PPKM selesai.
"Dalam teknisnya harus tetap saling menjaga kebersamaan," tuturnya.
Ia juga meminta kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sudah lama berada di Pasar Induk untuk bersedia direlokasi selama proses pembangunan berlangsung.
Pasalnya warga Batam sangat membutuhkan Pasar Induk untuk menjaga inflasi bahan pokok di Batam.
"Teknis di lapangan dilakukan secara harmonis dan hindari keributan. Duduk bersama agar tujuan bisa tercapai," kata Kamal.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam masih melanjutkan pembangunan Pasar Induk Jodoh di lahan seluas 2,1 hektare.
Pembangunan pasar baru itu rencananya mampu menampung 1800an Pedagang Kaki Lima (PKL).
"Design kita 5 lantai," ujar Kepala Bidang Pasar Disperindag Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Zulkarnain, Senin (2/8/2021).
Zulkarnain memaparkan, Pasar Induk nantinya akan dilengkapi dengan pasar basah, elektronik, batik dan di lantai 5 dilengkapi foodcourt dan masjid.
Lantai dasar merupakan pasar basah misalnya menjual ikan dan sayur mayur. Lantai kedua bahan pokok yang kering. Lantai ketiga pakaian, klontong, lantai empat elektronik.
Baca juga: Bingung Makan Apa dan Tinggal di Mana, Puluhan Orang Bertahan di Gedung Tua Pasar Induk Jodoh Batam
Baca juga: BREAKING NEWS - Pasar Induk Jodoh Batam Dibongkar Paksa, 3 Alat Berat dan Ratusan Aparat Dikerahkan
Terakhir lantai 5, foodcourt dengan view yang bagus, misalnya Singapura.
"Anggarannya kita sedang mengusulkan dengan Kementerian PUPR," katanya.
Pihaknya sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 334 miliar. Kedepan, pengelolaan Pasar Induk tetap dikelola oleh Pemko Batam.
"Kita akan membentuk UPT. Karena cakupannya sudah mulai besar. Supaya pelaksanaannya lebih matang," katanya.
Ia melanjutkan kios di Pasar Induk Jodoh ini nantinya lebih diprioritaskan kepada PKL yang lama dan sudah terdata sejak Desember 2017 lalu. Yakni sebanyak 1.808 orang.
"Mereka yang jadi prioritas utama. Mereka akan menempati apa yang akan mereka jual," katanya.
Diakuinya rencana pembangunan ini sudah direncanakan sejak tahun 2018 lalu. Dengan maksud tujuan untuk menata PKL di sekitar Jodoh, Boulevard, Pasar Induk, Toss 3000 dan BCA.
"Tentunya dalam hal membangun ini, harus ada legalitas lahan. Alhamdulillah BP Batam telah memberikan hibah kepada kita 2 tahap. Tahap pertama 2018 sebesar 15 ribu meter persegi. Kemudian 2019, 5000 meter persegi," tutur Zulkarnain.
Ia menambahkan Pasar Induk memang dianggap penting. Kota Batam merupakan kota metropolis dan harus memiliki pasar induk.
"Sehingga bisa mengendalikan harga dan ada penyediaan barang pokok. Kami pun bisa mengontrol stok dan harga. Inilah tujuan kita," katanya.
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasar-induk-jodoh-batam_20170103_142320.jpg)