Pengakuan Pelaku Pembunuhan Janda 2 Anak di Bintan, Mengaku Sakit Hati & Tak Dihargai
Bernard Nabu mengaku sakit hati kepada Siti Soleha, janda 2 anak di Bintan. Puncaknya saat teleponnya tak diangkat korban. Ia pun menjadi gelap mata
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Bernard Nabu (40), pelaku pembunuhan Siti Solihah (29), tampak pasrah ketika mendengar ancaman pidana 15 tahun penjara yang menantinya, Kamis (5/8/2021) di Mapolres Bintan.
Ia menceritakan, aksi nekatnya membunuh janda dua anak itu karena merasa tidak dihargai oleh korban.
Antara pelaku dan korban mempunyai hubungan pacaran.
Pembunuhan itu terjadi di indekos yang terletak di Gang Taher RT 003/RW 001 di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Rabu (4/8/2021) malam sekira pukul 20.30 WIB.
"Sakit hati saya. Waktu itu saya masak air sampai buat teh 4 gelas di rumah. Saya telpon-telpon dia tiga kali tak diangkat-angkat.
Maksud saya, kalau memang ada masalah, selesaikanlah baik-baik," ucap Bernard kepada awak media saat ekspose kasus.
Dengan wajah tertunduk, pelaku mengakui ia sempat meminta kepada korban agar menghargainya sebagai lelaki sejati.
Namun ia merasa tidak dihargai. Sehingga ketika korban pulang ke kos-kosannya, tersangka gelap mata dan langsung menghujamkan parang panjang ke arah leher dan kepala korban hingga korban terkapar bersimbah darah.
"Saya selama ini sudah cukup sabar sama dia. Sudah cukup sakit hati saya," terangnya.
Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono menceritakan, pelaku ditangkap sekitar 2 jam setelah kejadian.
Pelaku diringkus dekat perkebunan kelapa sawit dan berusaha melarikan diri.
"Sempat melarikan diri. Barang bukti parang disembunyikan di belakang rumah," ucapnya.
Ia menambahkan, hubungan pelaku dan korban merupakan pacaran. Keduanya belum lama menjalin hubungan.
Sempat Kabur ke Hutan
Pelaku pembunuhan Siti Soleha (29), janda dua anak di Bintan sudah ditangkap polisi.