Pengakuan Pelaku Pembunuhan Janda 2 Anak di Bintan, Mengaku Sakit Hati & Tak Dihargai

Bernard Nabu mengaku sakit hati kepada Siti Soleha, janda 2 anak di Bintan. Puncaknya saat teleponnya tak diangkat korban. Ia pun menjadi gelap mata

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Janda 2 Anak di Bintan, Mengaku Sakit Hati & Tak Dihargai. Foto Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono saat menanyai pelaku yang nekat membunuh janda dua anak di Desa Malang Rapat Bintan, Kamis (5/8/2021) 

Nahas, nyawa Siti Soleha tak bisa diselamatkan.

Ia menghembuskan napas terakhir saat sejumlah warga coba mencari pertolongan termasuk memberitahu perangkat RT setempat.

"Kami yang saat itu sangat takut langsung melapor ke RT setempat.

Setelah itu pihak RT melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Aminudin sembari menunjukkan lokasi korban tergeletak di lokasi yang sudah dibuat garis polisi, Kamis (5/8/2021).

Aminudin juga menyebutkan saat kejadian itu, Firnand Nobu yang diketahui kekasih Siti Soleha sudah tak ada di lokasi.

Ia kembali menegaskan jika korban menghembuskan napas terakhir ketika Aminudin meminta pertolongan kepada RT.

Pihak kepolisian yang mendapat informasi itu langsung datang ke lokasi.

Mereka langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memasang garis polisi.

Bernard Nabu yang kini berstatus tersangka diketahui sempat kabur.

Ia dibekuk Satreskrim Polres Bintan di salah satu kebun sawit di Desa Malang Rapat..(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Bintan

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved