Senin, 13 April 2026

Pertamina Kini Kuasai Blok Rokan Setelah Nyaris Seabad Dikelola Chevron  

Blok Rokan ditemukan pada 1941 oleh Chevron perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yang kemudian pertama kali diproduksikan pada 1951.

TribunBatam.id/Istimewa
Ilustrasi. PT PGN memberi dukungan kepada Pertamina agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pengelolaan Blok Rokan resmi berpindah tangan.

PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Minggu malam resmi mengakhiri sejarah panjang pengelolaan lapangan minyak bumi selama hampir satu abad di wilayah kerja Rokan, Provinsi Riau.

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengelola wilayah kerja (WK) Rokan atau Blok Rokan, Riau, sejak Senin (9/8/2021) pukul 00.01 WIB. 

Blok Rokan ditemukan pada 1941 oleh Chevron perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yang kemudian pertama kali diproduksikan pada 1951.

Artinya, Pertamina kini mengelola Blok Rokan yang selama 80 tahun telah dikelola oleh perusahaan asing.

Baca juga: Singapura Siap Hidup Berdampingan dengan Endemik Covid-19 Mulai Besok (10/8): Bisnis Kembali Buka

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pengelolaan WK Rokan oleh Pertamina menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia, merupakan kebanggaan bagi perseroan dan bangsa Indonesia, serta wujud dukungan dari segenap bangsa Indonesia sehingga alih kelola berjalan dengan baik.

CEO dan Presiden Direktur PT Pertamina, Nicke Widyawati
CEO dan Presiden Direktur PT Pertamina, Nicke Widyawati (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Untuk memastikan kelancaran proses alih kelola, kata Nicke, Pertamina melalui PHR juga telah membentuk tim transisi yang bertugas memastikan kelancaran  operasi, terutama di aspek

subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, hingga ke aspek sumber daya manusia, finansial , komersial, asset supply chain management serta IT. 

“Hal yang tidak kalah penting dalam proses alih kelola ini, kami mengingatkan kembali mengenai high risk pengelolaan usaha migas, tidak hanya proses kehandalan tapi aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) tetap menjadi perhatian kita semua,” kata Nicke, Minggu (8/8/2021) malam

Kepada seluruh manajemen dan pekerja PHR, Nicke berpesan agar terus fokus menjalankan amanah dari pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi negara, masyarakat dan bangsa melalui pengelolaan Blok Rokan agar dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.

Baca juga: SIMAK Lowongan Kerja bagi Lulusan D3 dan S1 di Anak Usaha Pelindo III, Ini Syaratnya

"Pertamina juga memiliki amanah lainnya, yaitu mendukung program pemerintah mencapai  produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day (BOPD) dan 12 miliar standard cubic feet per day (BSCFD) di tahun 2030," tutur Nicke. 

Menurutnya, hingga akhir tahun ini, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru, termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. 

"Untuk 2022, PHR merencanakan pengeboran  kurang lebih sebanyak 500  sumur baru," paparnya. 

Kegiatan pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig pemboran, sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Work Over & Well Service yang merupakan mirroring dari kontrak sebelumnya.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto berharap, produksi Blok Rokan dapat mencapai 165 ribu barel per hari pada akhir 2021, dengan tambahan sumur-sumur baru yang dibor tahun ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved