Rabu, 3 Juni 2026

Pertamina Kini Kuasai Blok Rokan Setelah Nyaris Seabad Dikelola Chevron  

Blok Rokan ditemukan pada 1941 oleh Chevron perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yang kemudian pertama kali diproduksikan pada 1951.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Ilustrasi. PT PGN memberi dukungan kepada Pertamina agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar. 

"Dalam rangka mendukung capaian 1 juta BOPD pada tahun 2030, maka sejak dua tahun lalu kami bekerja keras, mengusahakan agar alih kelola berjalan lancar dan tingkat produksi minyak pada akhir masa kontrak PT CPI dapat dipertahankan," paparnya. 

"Ini merupakan hal penting bagi bangsa dan negara mengingat Blok Rokan saat ini masih mendukung 24 persen produksi nasional dan diharapkan tetap menjadi wilayah kerja andalan Indonesia,” sambung Dwi. 

Satu di antara usaha SKK Migas untuk mengawal alih kelola WK Rokan adalah menginisiasi Head of Agreement (HoA) yang menjamin investasi PT CPI pada akhir masa kontrak. 

Hasilnya, sejak HoA ditandatangani pada 29 September 2020 hingga 8 Agustus 2021, telah dilakukan pemboran 103 sumur pengembangan. 

Selain pemboran, SKK Migas juga mengawal 8 isu lain yang menjadi kunci sukses alih kelola, yaitu migrasi data dan operasional, pengadaan chemical EOR, manajemen kontrak-kontrak pendukung kegiatan operasi,

pengadaan listrik, tenaga kerja, pengalihan teknologi informasi, perizinan dan prosedur operasi serta pengelolaan lingkungan.

Ucapan perpisahan Chevron

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) resmi berhenti sebagai operator wilayah kerja Rokan atau Blok Rokan, Riau, setelah ada di Indonesia sejak 1924.

Ladang minyak tersebut kini dikuasai PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Rokan (PHR), sejak Senin (9/8/2021) pukul 00.01 WIB.

Awalnya, perusahaan minyak asal Amerika Serikat tersebut datang ke Indonesia pada 97 tahun yang lalu dengan nama Standard Oil Company of California (Socal), kini bernama Chevron.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan, baik operasional maupun kegiatan yang mendukung masyarakat selama hampir 1 abad," Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak, Minggu (9/8/2021) malam.

Saat datang ke Indonesia, Chevron mengirim tim ekspedisi geologi ke Pulau Sumatera, di mana pada 1941 melakukan pengeboran di Lapangan Duri, kemudian disusul lapangan Minas pada 1944, dan mulai produksi sekitar tahun 1951.

Kedua lapangan tersebut merupakan lapangan minyak terbesar dari total 115 lapangan produksi di Blok Rokan saat ini, dengan luas wilayah mencapai 6.264 kilometer.

Pada 1971, Chevron menandatangani kontrak pengelolaan Blok Rokan selama 30 tahun, dan kemudian diperpanjang pada 1992.

Saat itu, Chevron mendapat tambahan perpanjangan kontrak hingga 20 tahun.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved