Kamis, 16 April 2026

Cerita Sukses Warga Indonesia Jualan Martabak di Amerika, Dagangannya Kini Diburu Bule

Donny Kairupan, diaspora Indonesia, berkolaborasi dengan Patty, diaspora dari Taiwan yang pernah bekerja di industri fesyen, untuk mengembangkan bisni

Editor: Eko Setiawan
(VOA INDONESIA)
Martabak manis mini dengan berbagai pugasan (topping) buatan Papadon di Astoria, Queens, New York. 

TRIBUNBATAM.id, NEW YORK CITY - Kisah sukses seorang warga Indonesia yang berjualan martabak di New York Amerika.

Dia bisa bertahan hidup, bahkan martabaknya kini laris manis dan dicari orang-orang bule.

Pada pembukaan Cafe yang mereka beri nama Papadon, tanpa disangka banyak orang yang datang ke sana

Donny Kairupan, diaspora Indonesia, berkolaborasi dengan Patty, diaspora dari Taiwan yang pernah bekerja di industri fesyen, untuk mengembangkan bisnis kudapan martabak manis dan minuman bubble tea di New York.

Awal Juli 2021, pasangan pebisnis muda yang tinggal di kawasan Queens, New York, ini membuka kafe mereka, Papadon.

Donny, pemilik Papadon, mengatakan bahwa banyak warga yang datang ke acara pembukaan kafe Papadon pada 19 Juni 2021.

“Acara pembukaannya sangat sukses. Kami mendapat banyak dukungan dari komunitas Indonesia dan dari warga setempat. Kami berharap dapat menjadi bagian dari komunitas di Astoria ini,” ujar Donny, yang berlatar belakang bidang keuangan, ketika ditemui tim VOA Indonesia. 

Bisnis martabak manis Papadon dimulai sejak 2019.

Sebagian warga New York yang sudah terbiasa dengan martabak manis atau dulu yang dikenal dengan kue terang bulan ini bisa memesan langsung lewat daring, ataupun datang ke festival kuliner Indonesia yang diadakan setiap bulan.

Untuk mempromosikan martabak manis kepada orang asing, Donny dan Patty memakai nama “Indo-pancake” dalam menu di kafe Papadon agar lebih akrab di telinga warga New York.

Pilihan dalam menu martabak ada empat rasa, yaitu original, pandan, ubi ungu, dan red velvet.

Pilihan pugasan atau topping martabak juga beragam.

Mulai dari kacang tanah, wijen, cokelat, keju, kelapa, pisang, hingga berbagai pilihan cokelat dari Kit-Kat, Oreo, Nutella atau Silver Queen, merek cokelat yang akrab dengan lidah Indonesia.

Untuk menikmati martabak manis buatan Papadon, para pelanggan cukup membayar antara 15 dollar AS hingga 20 dollar AS tergantung banyaknya topping yang dipesan. Papadon juga menyediakan martabak manis mini, yang bisa dimakan dalam satu porsi kecil. 

“Mereka (keluarga Donny) selalu bercerita mengenai makanan martabak manis. Saat saya mencoba martabak manis untuk pertama kali, rasanya sangat enak. Jika orang asing seperti saya saja suka, pasti orang asing lain juga akan suka,” tutur Patty, menceritakan kesannya ketika mencoba martabak manis untuk pertama kalinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved