Dugaan Penganiayaan di Batam, Pengacara Pertanyakan Lanjutan Laporan Irwan Gea
Natalis Zega dan kliennya Irwan Gea, mempertanyakan kelanjutan laporan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Perumahan Buana Impian I Sagulung
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap Irwan Gea (31) di Perumahan Buana Impian I Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri berbuntut panjang.
Setelah melaporkannya ke Polsek Sagulung sekitar tanggal 4 Juli 2021, kini Irwan bersama kuasa hukumnya, Natalis Zega mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut.
"Belum ada titik terang dari pihak kepolisian. Kami takut, [kejadian] ini terulang lagi jika tidak ditanggapi oleh pihak berwajib," ujar Natalis Zega saat konferensi pers, Senin (9/8/2021).
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Polsek Sagulung untuk memastikan sejauh mana proses hukum perihal laporan kliennya berjalan.
Namun pihaknya tak mendapat jawaban pasti dari pihak kepolisian.
Baca juga: PPKM di Batam Berdampak pada BOR Rumah Sakit, Ini Kata Direktur RS Hj Bunda Halimah
Baca juga: Reaksi Wali Kota Batam Soal Kebijakan 80 Persen Stok Vaksin untuk Dosis Kedua
"Mereka [Polsek] menyampaikan kasus ini akan dikerjakan, tetapi sekarang lagi sibuk. Padahal sudah jalan mau 2 bulan," sesalnya.
Zega menyayangkan jika hal ini tak ditindak tegas oleh pihak berwajib. Pasalnya penganiayaan terhadap Irwan melibatkan oknum perangkat RT setempat.
Ia pun menerangkan kronologi kejadian. Penganiayaan terhadap Irwan Gea terjadi pada tanggal 4 Juli lalu sekira pukul 01.30 WIB.
Saat itu korban dianiaya oleh sekelompok orang yang datang bersama oknum RT.
Padahal kedatangan korban ke perumahan tersebut untuk berkunjung ke tempat adik kandungnya.
Tak lama berselang, sekelompok orang bersama oknum RT itu datang ke dalam rumah dan mempertanyakan Kartu Keluarga (KK) milik korban.
"Belum sempat mengambil KK, segerombolan orang itu langsung menyerang dengan cara mencekik dan menghempaskan badan korban ke dinding," beber Zega.
Selain itu menurut pengakuannya, pada saat penganiayaan dilakukan, korban sempat mencium bau alkohol dari mulut sekelompok orang tersebut.
Korban juga sempat bertanya alasan dirinya dianiaya. Padahal saling kenal dan sudah cukup akrab.
"Saya sudah lama tinggal di Buana. Saya dipukul itu tak terima. Pulang kerja, saya bermaksud ingin beristirahat.
KTP juga sudah diberitahukan ke sekuriti," ungkap Irwan Gea kepada Tribun Batam.
(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1008pengacara-natalis-zega.jpg)