Rupiah Edisi Khusus Perjuangan Angkatan '45 Berbahan Emas, Lebih Besar dari Uang Koin Kelapa Sawit
Bank Indonesia pernah mengeluarkan uang koin edisi Perjuangan Angkatan '45 yang terbuat dari emas 23 karat, lebih besar dari uang koin kelapa sawit
TRIBUNBATAM.id - Tidak lama lagi Bangsa Indonesia akan memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021.
Sejak merdeka pada 17 Agustus 1945, Indoneia memulai tahapan bernegara termasuk menentukan mata uang sendiri.
Sehingga keberadaan mata uang rupiah erat kaitannya dengan momen kemerdekaan bangsa.
Bank Indonesia pernah menerbitkan uang koin Rupiah edisi khusus Perjuangan Angkatan '45.
Uang koin Perjuangan Angkatan '45 bergambar burung garuda dan terbuat dari bahan emas 23 karat.
Uang edisi ini bernilai lebih besar dari uang koin kelapa sawit.
Sebelum mengetahui lebih lanjut ada baiknya disimak sejarah rupiah.
Baca juga: Kandungan Uang Koin Kelapa Sawit Pecahan Rp 1000 Tahun Produksi 1993
Sebelum memakai mata uang rupiah, Indonesia pernah memakai beberapa mata uang untuk bertransaksi di masyarakat.
Apalagi Indonesia pernah berada pada masa kerajaan maupun penjajahan, baik Belanda Jepang.
Dikutip situs Bank Indonesia (BI), pada masa kerajaan, telah menggenal dan menggunakan berbegai tipe uang yang berupa logam.
Bahkan ada yang memakai sistem barter atau saling tukar untuk mendapatkan barang.
Setelah kedatangan penjajah, Indonesia yang waktu itu bernama Hindia Belanda mengenal berbagai macam uang, seperti Sen atau Gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank.
Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), rupiah menjadi mata uang resmi Indonesia pada 1949.
Di mana menggantikan mata uang guilder Hindia Belanda.
Selama 1950 an mata uang rupiah sangat terdepresiasi atau turunnya nilai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1008_uang-edisi-khusus-2.jpg)