Rabu, 29 April 2026

Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia Meski Mengaku Sudah Terlanjur Cinta

Yenny mundur dengan alasan agar membantu maskapai pelat merah itu melakukan efisiensi di tengah krisis keuangan. 

Tayang:
Tribunnews.com/Jeprima
Yenny Wahid mundur dari komisarin independen Garuda Indonesia 

TRIBUNBATAM.id - Nama Zannuba Arifah CH. R alias Yenny Wahid tak lagi muncul sebagai komisaris independen Garuda.

Yenny Wahid memilih untuk mundur dari jabatan Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Ia mundur dengan alasan agar membantu maskapai pelat merah itu melakukan efisiensi di tengah krisis keuangan. 

Sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk digelar Jumat (13/8), Yenny Wahid sudah mengatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatan komisaris independen dan diumumkan lewat akun Twitter pribadinya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam video yang diunggah di akun Twitter pribadinya @yennywahid. Ia mengajukan surat pengunduran diri ke Kementerian BUMN pada Kamis (12/8) kemarin. 

 "Saya datang ke kementerian BUMN untuk menyerahkan surat pengunduran diri saya dari Garuda Indonesia maskapai kebanggaan kita semua," ujarnya dalam video tersebut dikutip Jumat (13/8).

Yenny mengatakan, keputusan meninggalkan Garuda Indonesia memang bukan hal yang mudah.

“Akibat pandemi, maskapai kebanggaan kita, Garuda Indonesia mengalami penurunan pendapatan drastis,” ucap Yenny dalam akun Twitter pribadinya @yennywahid, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Garuda Indonesia Pangkas Dewan Komisaris dan Direksi, Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan Beri Pujian

“Untuk penghematan biaya, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi komisaris independen,” sambungnya.

Sehingga diharapkan dari pengunduran dirinya, dapat menghemat biaya pengeluaran perseroan.

Yenny juga mengungkapkan, sebenarnya dirinya sangat sedih ketika meninggalkan perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.

Yenny mengaku sudah jatuh cinta dengan suasana dan lingkungan pekerjaan di Garuda Indonesia.

Menurut dia, ia sempat enggan masuk menjadi bagian Garuda Indonesia, namun setelah masuk ia mengaku jatuh cinta dengan maskapai milik negara tersebut, sekalipun ada banyak permasalahan di tubuh perusahaan.

Namun, dengan mundurnya dia dari Garuda Indonesia diharapkan bisa benar-benar membantu perusahaan untuk segera pulih dari kondisi krisis keuangan yang tengah dialami.

Meskipun masalah yang dihadapi Perseroan sangatlah banyak dan begitu kompleks.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved