Kamis, 16 April 2026

Fakta dan Kronologi Oknum Polisi Bawa senjata Mengamuk di Rumah Sakit

Seorang anggota polisi bawa snjata laras panjang mengamuk di RSUD Nunukan karena menduga mertuanya dicovidkan

(Kompas.com/Ahmad Dzulviqor)
Penampakan oknum polisi di Nunukan, kalimantan Utara saat mendatangi RSUD Nunukan, Minggu (15/8/2021) 

"Oknum aparat tersebut tidak mendapat jawaban dari para Perawat karena kondisi pasien ada yang butuh penanganan serius,"ujar Khairil, Senin (16/8/2021).

2. Pasien terganggu dan Perawat panik

Teriakan dari oknum aparat tersebut membuat banyak pasien terganggu dan para Perawat sempat panik melihat senjata laras panjang yang diselempangkan di bahunya.

Para Perawat berinisiatif meminta pertolongan kepada para petugas jaga, sehingga oknum tersebut bisa dibawa keluar dari ruang ICU pasien COVID-19.

"Pengamanan di RSUD kita dibantu juga dengan aparat dari Kodim 0911/Nunukan. Oknum itu diamankan dan dibawa keluar dari RSUD,"lanjutnya.

Baca juga: Oknum Polisi Kejam Ancam Istri dengan Keris, Aipda Roni Syahputra Bunuh 2 Wanita

3. Pecahkan kaca

Amarah yang masih membara, membuat oknum aparat dimaksud masih sempat menendang salah satu pintu kaca sehingga pecah berantakan.

Meski ia diapit dan dijaga oleh para anggota TNI AD.

4. RSUD Bantah tudingan meng-covidkan

Khairil juga membantah adanya tudingan bahwa RSUD Nunukan "mengcovidkan" keluarga pasien yang memicu insiden tersebut.

"Semua yang kita umumkan terkait kondisi pasien adalah hasil laboratorium PCR, pasien sudah masuk RSUD pada 7 Juli 2021. Pasien menderita sakit jantung, paru paru, dan diabetes mellitus. Pada 14 Agustus, atau sepekan kemudian, kita swab PCR dan hasilnya positif.

Tanggal 15 Agustus sekitar pukul 21.00 Wita, pasien meninggal dunia karena kondisinya lumayan parah, terlebih pasien memiliki komorbid,"jelasnya.

Pihak RSUD Nunukan kemudian memberikan rekomendasi jenazah tersebut boleh diurus keluarga dan dimakamkan di pemakaman umum bukan pemakaman khusus jenazah COVID-19.

"Kami berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 dan BPBD. Mereka mengizinkan pasien dikebumikan tapi tetap mengacu protokol kesehatan. Pemakaman diawasi oleh Satgas dan BPBD,"kata Khairil.

5. Tanggapan Polres

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved