Rabu, 6 Mei 2026

BERITA MALAYSIA

Siapa Perdana Menteri Malaysia Pengganti Muhyiddin Yassin? Dukungan ke Anwar Ibrahim Menguat

Nama calon Perdana Menteri Malaysia pengganti Muhyiddin Yassin bermunculan seperti Anwar Ibrahim hingga Ismail Sabri Yaakob.

Tayang:
Arif KARTONO / AFP
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim (tengah) memberi isyarat di luar Istana Nasional setelah bertemu dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Kuala Lumpur pada 17 Agustus 2021. 

Partai Warisan Sabah (Warisan) akan mendukung Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri Malaysia asalkan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu memiliki dukungan yang cukup.

Namun, jika Anwar gagal mendapatkan mayoritas dukungan yang disyaratkan, tambahnya, Warisan berpandangan perlu mendukung presiden partainya, Mohd Shafie Apdal untuk mendapatkan mayoritas.

Berbicara kepada Malaysiakini, Selasa (17/8/2021) Ketua Pemuda Warisan Mohd Azis Jamman mengatakan, partainya berusaha meyakinkan anggota parlemen lain untuk mendukung Anwar.

"Kami sudah mengklarifikasi sikap," katanya.

Menurut Azis, untuk mendapatkan dukungan mayoritas, calon perdana menteri harus mendapat dukungan setidaknya 111 anggota parlemen.

Ada 220 anggota parlemen saat ini, dengan dua kursi kosong di Dewan Rakyat.

“Jika Anwar tidak bisa melewati angka (dukungan) ini, kami berharap dia akan memberi Shafie kesempatan yang sama untuk meyakinkan tujuh lagi (anggota parlemen untuk memberikan dukungan). Kami akan mencoba yang terbaik. Jika Shafie mendapat dukungan tujuh orang lagi, kami berharap PH akan mendukung kami. Kami akan memberi Anwar kesempatan untuk membuktikan mayoritasnya. Dia pilihan pertama, lalu Shafie”.

Sementara itu, UMNO mengatakan bahwa mereka tidak akan mengusulkan presiden mereka, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, sebagai calon mereka, tetapi akan mempertimbangkan beberapa calon untuk memerintah negara.

“Sebagai manusia normal, saya tentu tidak bisa menyembunyikan perasaan saya ketika berbagai tudingan dan tudingan dilontarkan kepada saya selama gejolak politik yang sedang berlangsung ini,” kata Zahid dalam sebuah pernyataan.

“Demi kepentingan rakyat dan negara, saya tidak pernah berpikir untuk mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri meskipun memimpin partai terbesar.”

Dia juga mencantumkan empat saran tentang bagaimana mencegah krisis politik lebih lanjut:

  1. Pemerintah yang stabil harus segera dibentuk untuk jangka waktu yang wajar yang hanya akan fokus pada penanganan perang pandemi Covid-19 dan mengelola isu-isu kesejahteraan rakyat yang berkembang.
  2. Untuk itu perlu dibentuk kabinet yang efektif mirip dengan ‘Kabinet Perang’ yang hanya berfokus pada proses pemulihan negara dalam menghadapi pandemi.
  3. Setelah negara mencapai kekebalan kawanan dan kondisi memungkinkan untuk diadakannya Pemilihan Umum ke-15, maka pemerintah ini harus dibubarkan untuk menyerahkan kembali mandat mutlak kepada rakyat.
  4. Untuk memastikan stabilitas politik dan kerjasama, tindakan penindasan partai dan kepemimpinan oposisi harus dihentikan. Menggunakan lembaga pemerintah untuk melemahkan lawan dalam mempertahankan kekuasaan tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi rakyat.

Muhyiddin Yassin secara resmi mundur dari jabatan Perdana Menteri Malaysia bersama kabinetnya pada Senin (16/8/2021).

Muhyiddin Yassin mundur dari jabatan Perdana Menteri Malaysia setelah 17 bulan memimpin dengan penuh kekacauan politik yang terjadi.

Sosok pengganti Muhyiddin Yassin pun menjadi perbincangan dan ditunggu-tunggu.

Beberapa nama mencuat di kalangan masyarakat Malaysia.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved