Minggu, 26 April 2026

HUMAN INTEREST

Veteran di Bintan Masu Tarigan Terkenang Masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Masu Tarigan menjadi prajurit di TNI AL di tahun 1962. Setelah menjalani pendidikan, ia bergabung di Batalion 2 KKO di Cilandak, Jakarta 1963

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Veteran di Bintan Masu Tarigan Terkenang Masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Foto Masu Tarigan (78) veteran di Bintan saat menunjukkan penghargaan yang diraihnya 

Mereka pun dikirim ke Riau saat masa konfrontasi sekira awal 1965.

"Jadi saat itu kami berpindah-pindah tempat untuk bertugas, yaitu di Batam, Bintan dan sekitar Provinsi Kepri," tutur Masu.

Ia menuturkan, selama penugasan berbulan-bulan bisa dibilang tidak terjadi perang.

Namun, mereka tetap siaga bila sewaktu-waktu terdapat serangan musuh.

"Jadi, kami terus siaga menunggu serangan musuh. Waktu itu saya di Nongsa dan Tanjunguma, terus berpindah-pindah mengikuti strategi komandan," terangnya.

Selain serangan musuh, penyakit Malaria juga menjadi bahaya bagi mereka saat itu.

Sebab saat itu, ada prajurit yang meninggal karena terserang penyakit Malaria.

Penyebabnya, kondisi Batam saat itu masih hutan.

"Nagoya belum ada orang. Baru ada orang di Tanjunguma dan Batu Besar. Dulu kebun semua serta masih terbilang hutan," ungkapnya.

Setelah mengabdi selama 29 tahun membela kemerdekaan RI, Masu pun pindah dan berdinas di pasukan keamanan pangkalan TNI AL Tanjungpinang dan di sana Masu pensiun.

"Saya pensiun saat berada di pasukan keamanan pangkalan TNI AL, di tanggal 1 Februari 1999 dengan pangkat sersan kepala di Tanjungpinang," jelasnya.

Saat ditanyakan selama menjadi prajurit TNI AL sudah berapa penghargaan yang didapatkan, Masu menambahkan bahwa dirinya sudah menerima penghargaan Satya Lencana 8, 16 dan 24 tahun ini.

Disinggung terkait kondisi pandemi sekarang, Masu prihatin terhadap kondisi yang melanda.

Namun ia mengingatkan, pemuda dan masyarakat harus terus semangat melawan pandemi covid-19 seperti semangat para pejuang ketika merebut kemerdekaan Indonesia.

Masu yang kini berusia 78 tahun ini berpesan kepada masyarakat untuk tetap mendukung Pemerintah dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah merebak di Indonesia, termasuk di Bintan sendiri.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved