Rabu, 6 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Veteran di Bintan Masu Tarigan Terkenang Masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Masu Tarigan menjadi prajurit di TNI AL di tahun 1962. Setelah menjalani pendidikan, ia bergabung di Batalion 2 KKO di Cilandak, Jakarta 1963

Tayang:
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Veteran di Bintan Masu Tarigan Terkenang Masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Foto Masu Tarigan (78) veteran di Bintan saat menunjukkan penghargaan yang diraihnya 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Usianya sudah tak lagi muda. Namun laki-laki itu masih terlihat gagah.

Namanya Masu Tarigan. Ia termasuk satu dari sekian banyak veteran di Kepri.

Masu kini tinggal di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri bersama keluarganya.

Saat Tribun Batam menyambangi kediamannya di Jalan Marto Sari, Gang Delima, Tanjunguban, Selasa (17/8/2021) siang, Masu menyambut hangat.

"Silakan masuk dan silakan duduk. Barusan tadi pak Wakil Bupati Bintan juga baru datang kemari," ucap Masu yang sudah memiliki dua cucu saat ini.

Ia pun sangat bangga bisa mengenakan pakaian kebesarannya di HUT ke-76 RI kali ini.

Seragam veteran lengkap yang baru ditanggalkannya.

Baca juga: Upacara HUT RI ke-76 di Bintan Tanpa Apri Sujadi, Roby Kurniawan Jadi Inspektur Upacara

Buru-buru Masu pamit ke Tribun sebentar, hanya untuk berganti pakaian dengan seragam veterannya.

"Tunggu ya, saya pakai seragam veteran saya dulu," ucapnya.

Berselang beberapa menit, Masu pun keluar dan sudah mengenakan seragam veterannya yang gagah.

Masu memulai perbincangan hangat, dan mulai bercerita kisahnya saat menjadi prajurit setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak banyak kisah yang Masu bagikan soal situasi yang terjadi saat itu antara Indonesia dan Malaysia.

Masu lebih tertarik menyampaikan kisah dirinya ketika masuk menjadi prajurit dan bergabung di TNI AL.

Masu menjadi prajurit di TNI AL di tahun 1962. Setelah menjalani pendidikan selama lebih kurang lima bulan di Surabaya, Masu menjadi prajurit Korps Komando (KKO).

"Jadi waktu itu masih disebut KKO, kalau sekarang marinir," ucapnya.

Setelah menjadi prajurit, ia bergabung dalam Batalion 2 KKO di Cilandak, Jakarta pada 1963.

Mereka pun dikirim ke Riau saat masa konfrontasi sekira awal 1965.

"Jadi saat itu kami berpindah-pindah tempat untuk bertugas, yaitu di Batam, Bintan dan sekitar Provinsi Kepri," tutur Masu.

Ia menuturkan, selama penugasan berbulan-bulan bisa dibilang tidak terjadi perang.

Namun, mereka tetap siaga bila sewaktu-waktu terdapat serangan musuh.

"Jadi, kami terus siaga menunggu serangan musuh. Waktu itu saya di Nongsa dan Tanjunguma, terus berpindah-pindah mengikuti strategi komandan," terangnya.

Selain serangan musuh, penyakit Malaria juga menjadi bahaya bagi mereka saat itu.

Sebab saat itu, ada prajurit yang meninggal karena terserang penyakit Malaria.

Penyebabnya, kondisi Batam saat itu masih hutan.

"Nagoya belum ada orang. Baru ada orang di Tanjunguma dan Batu Besar. Dulu kebun semua serta masih terbilang hutan," ungkapnya.

Setelah mengabdi selama 29 tahun membela kemerdekaan RI, Masu pun pindah dan berdinas di pasukan keamanan pangkalan TNI AL Tanjungpinang dan di sana Masu pensiun.

"Saya pensiun saat berada di pasukan keamanan pangkalan TNI AL, di tanggal 1 Februari 1999 dengan pangkat sersan kepala di Tanjungpinang," jelasnya.

Saat ditanyakan selama menjadi prajurit TNI AL sudah berapa penghargaan yang didapatkan, Masu menambahkan bahwa dirinya sudah menerima penghargaan Satya Lencana 8, 16 dan 24 tahun ini.

Disinggung terkait kondisi pandemi sekarang, Masu prihatin terhadap kondisi yang melanda.

Namun ia mengingatkan, pemuda dan masyarakat harus terus semangat melawan pandemi covid-19 seperti semangat para pejuang ketika merebut kemerdekaan Indonesia.

Masu yang kini berusia 78 tahun ini berpesan kepada masyarakat untuk tetap mendukung Pemerintah dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang saat ini tengah merebak di Indonesia, termasuk di Bintan sendiri.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari untuk melawan dan mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya juga berpesan kepada anak-anak muda sekarang untuk bisa mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dan patuh pada apa yang pemerintah lakukan demi kebaikan kita bersama, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Masu juga senang. Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan, anggota DPRD Bintan dan pejabat lainnya mendatangi kediamannya di peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-76 tahun.

"Saya senang dapat kunjungan, kunjungan itu seperti bapak ke anak atau seperti seorang pemimpin ke rakyatnya," tutupnya..

(tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Human Interest Story

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved