KARIMUN TERKINI
DAMPAK Musim Hujan, Harga Sayuran di Pasar Puan Maimun Karimun Melonjak
Diduga akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Karimun, saat ini harga sayuran di sejumlah pasar mengalami kenaikan.
Penulis: Yeni Hartati |
Salah satu pedagang Sorta (37) mengungkapkan, tingginya harga sayuran membuat ia tak begitu banyak dalam menjajakan sayur di meja miliknya itu.
"Waduh harga sayuran melonjak naik semua karena musim hujan begini, ini pun sayurannya cuman ini aja. Musim hujan petani banyak gagal panen," jelasnya Sorta.
Diketahui, sayuran yang di jajakan di pasar tradisional Puan Maimun itu merupakan asal sayur dari petani lokal yang berada di sekitar Karimun.
Hal itu di karenakan, jika sayuran tersebut mudah atau cepat rusak jika terlalu lama di perjalanan. Baik dari Medan atau Pekanbaru.
Senada dengan harga sayuran, harga seperti cabai dan bawang lainnya justru mengalami harga yang normal.
Seperti Cabai merah keriting Rp 68 ribu per kilogram, Cabai hijau Rp 33 ribu, Cabai rawit hijau Rp 35 ribu, Cabai rawit merah Rp 80 ribu.
Sementara bawang putih Rp 34 ribu, Bawang merah lokal Rp 45 ribu, Bawang merah impor Rp 10 ribu.
Hal serupa juga di alami petani Sutris, yang mengalami gagal panen ketika musim hujan di karenakan terlalu tinggi atau banyak pasokan air yang diserap oleh sayuran tersebut.
"Dari kemarin hujan terus-terusan sehingga lahan terendam, jadi kami pas panen tak banyak," ucap Sutris.
Di sisi lain, pasar Puan Maimun yang baru saja diguyur hujan itu terlihat sepi akan pembeli yang selalu memadati pasar sore ini.
Sementara, Ratna pembeli di pasar tersebut memahami akan tingginya harga sayuran di karnakan faktor cuaca.
"Iya. Sayuran naik jadi belinya di kurangi saja artinya tidak di stok melainkan sekali makan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22082021harga-sayuran-di-karimun-naik.jpg)