Jumat, 10 April 2026

Pemimpin Taliban Paling Dicari AS Muncul, Nyawanya Dihargai Rp 114 Miliar

Nyawa Sirajuddin Haqqani dihargai Amerika 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 144 miliar (Jika Kurs Rp14.403,70).

AFP
Pemimpin Taliban Paling Dicari AS Muncul, Nyawanya Dihargai Rp 114 Miliar. Foto Khalil Rahman Haqqani dielu-elukan jemaah setelah Sholat Jumat 

KABUL, TRIBUNBATAM.id -Satu per satu pemimpin militer Taliban yang paling dicari Amerika Serikat (AS) muncul ke publik.

Itu setelah kelompok ini menguasai Kabul ibu kota Afghanistan, dan beberapa provinsi lain di negara itu.

Struktur organisasi Taliban, di bawah pemimpin tertinggi (supreme leader) Haibatullah Akhunzada ada dua pemimpin militer yang paling diburu Amerika.

Keduanya adalah pertama Mullah Mohammad Yaqoob yang merupakan putra pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar

Dan kedua Sirajuddin Haqqani yang merupakan putra dari komandan mujahidin terkemuka Jalaluddin Haqqani.

Keberadaan kedua pemimpin militer Taliban ini sangat dirahasiakan.

Hal ini kontras dengan pemimpin Taliban bidang politik yang menjadi juru runding kelompok ini. 

Jaringan Haqqani paling ditakuti Amerika dan pemimpinnya menjadi target utama.

Baca juga: Sejarah Taliban, Kelompok di Afganistan yang Ambil Alih Kekuasaan Ashraf Ghani

Sirajuddin Haqqani diyakini oleh beberapa ahli telah memperkenalkan bom bunuh diri ke Afghanistan.

Dan dianggap bertanggung jawab atas beberapa serangan bom bunuh di Afghanistan, termasuk serangan di hotel top Kabul.

Upaya pembunuhan terhadap Presiden Hamid Karzai saat itu dan serangan bunuh diri di Kedutaan India.

Sirajuddin Haqqani diyakini berusia akhir 40-an atau awal 50-an.

Nyawa Sirajuddin Haqqani dihargai Amerika 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 144 miliar (Jika Kurs Rp14.403,70).

Sedangkan pamannya, ulama Khalil Rahman Haqqani dihargai 5 juta dolar AS atau Rp 72 miliar.

Namun hingga Amerika angkat kaki dari Afghanistan pemimpin militer Taliban ini tidak tersentuh.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved