HUMAN INTEREST
Warga Batam Ini Sulap Semak Belukar Jadi Kebun Sayur di Tengah Kota, Sekali Panen 250 Kilo
Suhardi (71), warga Batam menjadi sosok di balik tumbuh suburnya pakcoy di sepetak kebun di tengah kota. Sekali panen bisa capai 250 kilogram
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Batam Center merupakan suatu kawasan di Kota Batam yang terbilang ramai dan padat dengan kantor-kantor pemerintahan, ruko, serta kawasan industri.
Dilihat dari kontur dan jenis tanah, serta tata ruang kota, pembentukan lahan pertanian atau perkebunan di tengah kawasan Batam Center tampaknya hampir mustahil.
Namun, mari kita bertandang sejenak ke suatu sudut area Batam Center, yakni tepatnya di Perumahan Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam.
Sepetak kavling kecil di wilayah RT 01 perumahan ini ternyata telah disulap menjadi kebun tempat bertani sawi sendok (pakcoy).
Baca juga: Kisah Penggali Kubur Pasien Covid-19, Hadi Santoso Seharian di TPU saat Kasus Tinggi
Baca juga: Kisah Widodo, Penjual Rujak di Tanjungpinang Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19
Bertempat di belakang Ruko Taman Eden, barisan tanaman sawi tumbuh subur dan menghijau di atas tanah hitam gembur. Sebuah pemandangan yang bisa dikatakan langka di sekitar wilayah Batam Center ini.
Tanaman ini tampak berkilauan terkena cahaya matahari. Setiap pagi, sang empunya kebun rajin datang untuk menyemai atau menyiram sawi-sawi yang sudah ditanam dengan rutin.
Sosok di balik tumbuh suburnya pakcoy di sepetak kebun di tengah kota ini adalah Suhardi. Laki-laki berusia 71 tahun ini giat bertanam sawi di lahan dekat perumahannya sejak sekitar tahun 2010.
"Awalnya lahan ini adalah semak belukar dan berbatu. Tetapi saya coba babat dan bersihkan, sehingga sekarang menjadi ladang sawi dan jalur pintas untuk warga masuk perumahan dari jalan raya," ujar Suhardi, ketika ditemui di ladangnya, Selasa (24/8/2021).
Lahan yang digunakan Suhardi untuk berkebun adalah bagian dari fasilitas umum (fasum) warga Perumahan Eden Park, dan juga sepetak lahan kavling dari seorang pemilik yang juga merupakan teman dekat Suhardi.
Jiwa bertani yang menurun dari orang tuanya, pun mendorong Suhardi untuk memanfaatkan lahan terbengkalai untuk ditata menjadi ladang sayuran.
Mulanya, jenis tanah kavling itu tidak terlalu subur untuk dijadikan lahan pertanian.
Namun Suhardi menyiasatinya dengan mencampurkan pupuk dari bekas olahan sampah.
"Dari sejak ditanam sampai panen, kira-kira waktunya sampai satu bulan lebih. Bibit ditanam di persemaian sekitar tiga minggu, lalu dipindahkan ke ladang dan tiga minggu kemudian panen.
Jenis sayuran ini cukup mudah untuk ditanam," jelas Suhardi, yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) 01, Perumahan Eden Park ini.
Selain sawi sendok, di kebun ini Suhardi juga pernah mencoba bertanam jenis tanaman lain seperti bawang merah, dan cabai rawit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2408suhardi1.jpg)