Kamis, 16 April 2026

CORONA KEPRI

Angka Kematian Masih Mencemaskan, Kasus Covid Indonesia Tembus 4 Juta

Persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia saat ini sebesar 3,2 persen, sedangkan di dunia hanya 2,09 persen.

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Suasana pemakaman jenazah covid-19 di Pemakaman Umum TPU Sei Temiang, Sekupang Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai. Keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit juga bisa ditekan hingga 33 persen dari 82 persen dalam sebulan terakhir.

Namun, pekerjaan rumah yang belum terselesaikan adalah tingkat kematian pasien Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kondisi kematian akibat Covid-19 saat ini tidak biasa dan belum dapat terselesaikan.

"Secara umum problematika kematian nasional akibat Covid-19 ini masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan. Keadaan ini adalah keadaan yang tidak biasa," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Dalam kondisi normal, apabila angka kesembuhan naik maka sejatinya angka kematian akan turun.

Sebaliknya, jika angka kesembuhan turun maka angka kematian akan naik. Namun yang terjadi di Indonesia saat ini adalah, kedua indikator ini sama-sama mengalami kenaikan.

Catatan Tribun melansir worldometers, situs yang menyajikan data global Covid-19, hingga 22 Agustus, jumlah kematian mingguan Indonesia sebesar 8.784 kasus atau masih lebih dari 1.000 kematian per minggunya.

Indonesia bahkan mencatatkan angka kematian tertinggi harian selama sepekan terakhir di dunia dan secara keseluruhan menempati urutan 9 dunia.

Persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia saat ini sebesar 3,2 persen, sedangkan di dunia hanya 2,09 persen.

Total pasien meninggal dunia hingga saat ini mencapai 128.252 orang.

Baca juga: KISAH Suhardi, Sulap Lahan Fasum Mangkrak di Batam Jadi Kebun Sayuran

“Sebanyak 33 provinsi masih mengalami kenaikan jumlah kematian akibat Covid-19. Atau hampir seluruh provinsi di Indonesia angka kematiannya tinggi. Penurunan hanya terjadi di satu provinsi saja yakni Kalimantan Tengah yang turun 0,03 persen atau dari 2,91 persen di minggu lalu menjadi 2,88 persen di minggu ini," tutur Wiku.

Adapun dari 33 provinsi yang mengalami kenaikan kematian, terdapat lima provinsi yang mengalami kenaikan kematian paling tinggi adalah Jawa Tengah (naik 0,32 persen), Lampung dan Gorontalo (naik 0,3 persen), Bali (naik 0,24 perse) serta Bengkulu (naik 0,17 persen).

Kenaikan kematian di saat kesembuhan juga meningkat, bisa karena fasilitas kesehatan dan lokasi isolasi terpusat (isoter) yang tidak diimbangi dengan pemanfaatan secara maksimal.

"Bisa jadi masih ada warga terinfeksi, namun tak ditangani dengan cepat atau masih melakukan isolasi mandiri dalam keadaan tidak memadai," tambah Wiku.

Setelah 39 hari berturut-turut di masa PPKM Darurat dan Level 4, kematian masih di atas 1.000 kasus per hari. Kompas.com melaporkan, untuk pertama kalinya angka kematian di bawah 1.000, adalah Senin (23/8/2021), yakni 842 jiwa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved