CORONA KEPRI
Bapelkes RI di Batam Belum Terima Pasien Covid-19 Sejak Januari 2021
Kepala Bapelkes RI di Batam Asep Zaenal Mustofa mengungkap kosongnya pasien covid-19 di gedung yang ia pimpin itu. Ada apa sebenarnya?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Balai Pelatihan Kesehatan atau Bapelkes RI di Batam tak lagi terisi pasien positif covid-19 sejak Januari 2021 lalu.
Padahal Desember 2020 lalu, pihaknya sempat merawat 253 pasien virus corona yang merupakan Warga Batam.
Namun pemerintah punya kebijakan bahwa sejak Januari lalu, pasien harus menjalani isolasi terpadu di Gedung Asrama Haji Batam Center.
Meski tak lagi terisi pasien positif covid-19 di Batam, Kepala Bapelkes RI di Batam, Asep Zaenal Mustofa mengaku selau siap membantu pemerintah dalam menerima pasien positif virus corona.
Ini sejalan dengan surat yang diterima Bapelkes RI di Batam dari Pemerintah Pusat agar selalu bersedia dan siap menerima pasien yang menjalani isolasi lantaran terpapar Covid-19.
"Alhamdulilah ya, sejak Januari lalu sudah tak terisi lagi.
Dulu Asrama Haji udah disiapin tapi gak terpakai.
Nah karena jumlah pasien sempat memuncak, karena Gedung Asrama Haji muatannya lebih banyak, maka Gedung Asrama Haji yang digunakan.
Sehingga manajemennya gampang," ujar Kepala Bapelkes RI Batam, Asep Zaenal Mustofa di lobi kantornya, Kamis (26/8).
Berbeda dengan wilayah lain, di Batam ada 2 program terkait Penanganan Covid -19.
Selain menerima pasien positif covid-19 Warga Batam, mereka juga diminta untuk menamping Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penanganan PMI, menurut Asep yang semula tanggungjawab pemerintah daerah, sekarang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Kepri/ Pemprov Kepri yang dikoordinasikan dengan Dandrem 033/WP dan Tim Gugus Tugas Batam.
Ia menambahkan pihaknya menyiapkan tempat isolasi untuk 140 orang. Atau sebanyak 70 kamar. Satu kamar untuk 2 orang.
"Lantai 8 isolasi khusus untuk perawat, dokter dan lainnya," katanya.
Baca juga: Cegah Melonjaknya Kematian Covid-19 Batam, Kepala Bapelkes: Perkuat Tracing
Baca juga: Bapelkes Batam Kerja sama dengan Polda Kepri, Gelar Workshop Pelaksanaan Tracing Covid-19
KISAH Vaksinasi Corona di Batam
Vaksin Covid-19 jenis Moderna mulai disuntikkan ke warga Batam.
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam sebagai pihak ketiga menyelenggarakan vaksin Moderna pertama kalinya di Kepulauan Riau.
Sekretaris PSMTI Batam, Delvina Piododa mengaku pihaknya mendapat jatah sebanyak 429 vial dari Pemerintah Provinsi/ Pemprov Kepri.
Dengan jatah tersebut, pihak PSMTI Batam juga mengakui bahwa dalam pemberian dosis pertama ini, menargetkan 6.006 Warga Batam.
"Tapi realisasinya hari ini kita akan berikan vaksin bagi 5.800 orang, karena kita memang sisakan jatah khusus bagi ibu hamil dan lansia," tutur wanita aktivis kemanusiaan ini Jumat (27/8/2021).
Diakuinya dalam pelaksanaan vaksinasi Moderna ini, pihak penyelenggara mengaku sempat mengalami kendala.
Yakni setelah adanya warga yang ketahuan sebelumnya telah mendapatkan 2 kali vaksin Sinovac tapi ingin mendapatkan vaksin Moderna di Vihara Maitreya, Batam Center.
Hal ini kemudian diketahui oleh tim relawan, yang melakukan screening sebelum menerima vaksinasi.
Baca juga: Vaksin Sputnik- V Rusia Bakal Masuk Indonesia, Tingkat Efikasi Diklaim 91,6 Persen
Baca juga: Vaksinasi Corona di Tanjungpinang, Stok Vaksin Moderna Tinggal 56 Vial
"Ketahuan setelah data kependudukan nya dimasukkan ke sistem. Ternyata dia sudah dua kali menerima vaksin Sinovac," katanya.
Warga tersebut beralasan ingin mendapatkan booster vaksin.
Sebenarnya, pemberian Moderna sebagai booster tidak dipermasalahkan.
Hanya saja, saat ini masih dilarang oleh Pemerintah Pusat sesuai Surat Edaran HK.02.01/I/ 1919 /2021 yang mengatur pemberian booster hanya dapat dilakukan bagi Tenaga Kesehatan.
"Saat ini kami sudah minta yang bersangkutan membuat surat pernyataan, dan kami minta untuk pulang," katanya.
Sebelumnya, permasalahan serupa juga sempat dihadapi oleh penyelenggara yang selalu menerima pertanyaan dari masyarakat umum mengenai vaksin Moderna sebagai booster bagi para penerima vaksin Sinovac.
"Kemarin pada saat pendaftaran online kami buka, pertanyaan serupa juga sering kami terima. Terutama dari mereka yang menerima vaksin Sinovac," terangnya.
Selain permasalahan itu, penyelenggara mengaku tidak menghadapi kendala apa pun, sehingga pelaksanaan vaksinasi Moderna kali ini berjalan lancar.
Menjadi pihak yang pertama sekali memberikan vaksin Moderna bagi masyarakat umum, Delfina bahkan menegaskan bahwa PSMTI Batam, juga siap untuk melakukan hal serupa.
"Sebenarnya, kami juga ingin melalukan kegiatan ini di dua lokasi berbeda. Namun melihat kapasitas vihara yang bisa menampung ribuan orang.
Baca juga: Vaksinasi Pelajar Tahap 2, Binda Kepri Optimis Oktober 2021 Semua Pelajar Sudah Divaksin
Baca juga: 2 Cara Mendaftar Vaksinasi Covid-19 secara Online, Cuma Butuh KTP Saja
Akhirnya diputuskan dilakukan di sini saja.
Dari sini kami dari PSMTI siap apabila ditunjuk kembali menjadi penyelenggara vaksinasi Moderna," tegasnya.
Menurutnya pelaksanaan vaksinasi massal ini perlu dilakukan saat ini di Kota Batam, mengingat target Pemerintah Daerah yang ingin mencapai target vaksinasi sebesar 70 persen.
Selain itu, menggesa vaksinasi bagi masyarakat umum, juga diakuinya penting dilakukan agar roda perekonomian di Batam dapat bergerak kembali.
"Apabila capaian vaksinasi kita tinggi, maka semakin cepat kita mencapai herd immunity. Dan kita bisa sama-sama menggerakkan lagi roda perekonomian di Batam," katanya.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/3006gedung-bapelkes-batam.jpg)