Jumat, 17 April 2026

Rusia Akan Bangun Pabrik  Vaksin Covid-19 Sputnik V di Indonesia

Russian Direct Investment Fund (RDIF) akan membangun pabrik produksi vaksin Covid-19 Sputnik V di Indonesia.

Orlando SIERRA / AFP
Seorang perawat menunjukkan botol vaksin Sputnik-V terhadap COVID-19 di Tegucigalpa, pada 19 Agustus 2021.Orlando SIERRA / AFP 

TRIBUNBATAM.id - Russian Direct Investment Fund (RDIF) akan membangun pabrik produksi vaksin Covid-19 Sputnik V di Indonesia.

Pemegang lisensi vaksin Covid-19 Sputnik V bekerjasama dengan Kemenristek RI untuk memproduksi vaksin Sputnik di Indonesia.

Hal ini setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 Sputnik V nomor EUA2160200143A1 dan EUA2160200143A2.

“BPOM memberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk Sputnik V terbatas pada kondisi wabah pandemi untuk prevention of the newly discovered coronavirus infection (Covid-19) in adults over the age of 18, sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu,” demikian bunyi keputusan BPOM yang ditanda tangani Kepala BPOM, Penny Lukito.

Penny menjelaskan, efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome).

Baca juga: Vaksin Sputnik- V Rusia Bakal Masuk Indonesia, Tingkat Efikasi Diklaim 91,6 Persen

Gejala itu ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), nyeri otot (myalgia), badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

“Sementara untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin Covid-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%),” tutur Penny.

Mengenal vaksin Sputnik V

Vaksin Sputnik V merupakan vaksin yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Vaksin ini didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.

Atas keputusan BPOM tersebut, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), menyambut dengan antusias atas keluarnya EUA vaksin Sputnik V.

"Kami sebagai perusahaan farmasi (Fahrenheit) yang telah diberikan kepercayaan oleh RDIF sebagai importir resmi, sangat berterima kasih atas dukungan BPOM dalam melakukan evaluasi terhadap vaksin Sputnik V,” tutur John selaku Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit).

Di lain kesempatan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, beberapa waktu yang lalu juga mengatakan bahwa tim dari BPOM RI telah mengunjungi Rusia pada bulan Juni lalu untuk meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 Sputnik V.

"Bulan lalu, kepala BPOM RI telah mengunjungi Rusia untuk secara langsung meninjau fasilitas-fasilitas produksi vaksin Sputnik V," kata Retno.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyatakan bahwa Sputnik V Rusia sudah dalam proses registrasi di BPOM Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved