Breaking News:

CORONA KEPRI

Strategi Hotel di Batam Bertahan saat Covid-19, Lampu Logo Hotel Mati Lebih Awal

Kondisi hotel di Batam melawan pandemi Covid-19 begitu terpukul. Bagaimana cara mereka bertahan?

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kepri, Yeyen Heryawan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kondisi pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum usai.

Hal ini yang membuat pelaku usaha perhotelan cukup terpukul.

Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya PPKM Darurat hingga PPKM level 3.

Termasuk di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Meski saat ini sudah mulai mendapat kelonggaran.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kepri Yeyen Heryawan, mengatakan, kondisi perhotelan setidaknya bisa dilihat dari Januari hingga Maret 2021.

Ini lebih baik dari pada tahun 2020, tepatnya pada awal pandemi Covid-19.

Foto salah satu hotel di Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (26/1/2021).
Foto salah satu hotel di Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (26/1/2021). (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Sementara pada April, Mei dan Juni 2021 masuk bulan puasa.

Dimana di Batam termasuk sepi sehingga sudah mulai terasa ekonomi dan bisnis perhotelan.

Yang lebih parah lagi mulai 12 Juli 2021 yang lalu, karena adanya pemberlakuan PPKM Darurat oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Mulai Juli 2021 perhotelan sudah tidak bisa apa-apa lagi, situasi ini sangat berbeda dengan tahun lalu.

"Hingga saat ini kami tetap stay di level 3.

Serta masih belum banyak dampak bagi perhotelan karena masih mahalnya tes VCR dan juga tes Rapid Test Antigen bagi masyarakat yang hendak bepergian di wilayah Kepri," ungkap Yeyen, Sabtu, (28/8/2021).

Untuk tetap bertahan di masa sulit ini tentu semua perhotelan pasti melakukan efisiensi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved