CORONA KEPRI
Strategi Hotel di Batam Bertahan saat Covid-19, Lampu Logo Hotel Mati Lebih Awal
Kondisi hotel di Batam melawan pandemi Covid-19 begitu terpukul. Bagaimana cara mereka bertahan?
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Hal yang dilakukan untuk bertahan mulai dari pembayaran ke suplayer.
Baca juga: Selama PPKM Karyawan Hotel di Batam Menjerit, Ini Tanggapan Kadispar Kepri
Baca juga: Meski di Tengah Pandemi, Buralimar: Tingkat Hunian Hotel di Batam Ada di Angka 40 Sampai 50 Persen
Mengenai barang-barang yang dipakai biasanya kami bayar 2 bulan bisa diundur hingga 3 bulan.
Hal lain yakni energi daya listrik dan lain-lain ketika tidak digunakan kita matikan terlebih dahulu.
Lampu logo hotel yang biasanya dimatikan pada pukul 00.00 malam sekarang pukul 22.00 WIB sudah dimatikan karena lumayan untuk penghematan biaya listrik.
"Sementara itu untuk karyawan saat ini yang diberlakukan yakni cuti tak dibayar.
Biasanya 15 hari sekarang dinaikkan menjadi 18 hari kalau tidak kami tidak bisa membayangkan gajinya," cerita Yeyen.
Yeyen sangat menanti agar kegiatan meeting dan seminar bisa diperbolehkan kembali karena perhotelan sudah punya investasi soal hal tersebut.
"CHSE atau sertifikasi untuk protokol dan hotel prosedur untuk safety harusnya di patuhi karena ini semua sudah di investasikan.
Sebagai contoh meeting di hotel sendiri sudah menerapkan secara ketat.
Untuk itu pemerintah harus bisa melihat peraturan tersebut yang mana yang bisa dilonggarkan," ujarnya.
Ia berharap agar adanya pemotongan pajak hotel serta pemerintah bisa memberikan diskon untuk Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sehingga bisa sedikit membantu meringankan beban bagi pengusaha perhotelan.
Selain itu, yang merupakan harapan utama lain yakni harga tes PCR dan Antigen harganya diturunkan lagi terutama antar Kepri.
Baca juga: Pembunuhan Berencana, Pria Ini Ajak Pacarnya Tidur di Hotel Kemudian Lakukan Eksekusi
Baca juga: Dari Buka Bengkel Sepeda, Ini Aktivitas Pencari Suaka di Hotel Kolekta Batam
Intinya pariwisata harus ada pergerakan.
"Kedepan kami sebagai pengusaha perhotelan agar pemerintah baik pusat maupun daerah agar bisa meninjau kembali dan kalau bisa peraturan untuk perhotelan dan pariwisata bisa lebih di specialkan," ungkap Yeyen
Hal ini juga dirasakan oleh beberapa perhotelan lain di Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ketua-ihgma-kepri-yeyen-heryawan-1.jpg)