Selasa, 28 April 2026

NATUNA TERKINI

Dilema Nelayan Natuna Melaut Meski Cuaca Buruk: Pompong Kami Sudah Tua

Kendala nelayan Natuna melaut seakan bertambah setelah laut khususnya di Pantai Teluk Selahang 'diserang' lumut hijau.

|
Penulis: agus tri | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Kontributor Natuna
Aktivitas nelayan Pelabuhan Pering, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Selasa (31/8/2021). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kondisi cuaca di Natuna tak menyurutkan niat nelayan di sana untuk melaut.

Curah hujan yang cukup tinggi hampir setiap hari terjadi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Seperti yang terlihat di Pelabuhan Rakyat Pering, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur Natuna.

Meskipun cuaca kurang bersahabat, namun nelayan setempat yang tergabung dalam Rukun Nelayan Lubuk Lumbang, tetap aktif mencari ikan di laut.

Salah seorang nelayan di sana, Yahlong Telun mengaku, tuntutan ekonomi keluarga memaksa mereka untuk tetap turun melaut.

"Hujan turun mau macam mana lagi.

Kami cari rezekinya di laut," ujar Yahlong Telun, Selasa (31/8/2021).

Kondisi cuaca ini membuat mereka membatasi zona tangkap ikan menjadi lebih dekat.

"Setidaknya kami lebih hati-hati, karena cuaca buruk ni, apalagi hujan turun tiap saat," tambahnya.

Nelayan Lubuk Lumbang Pering lainnya, Adri lebih memilih berhenti sesaat dari aktivitas melaut saat cuaca buruk.

"Pompong (kapal ikan) kami sudah tua, takut juga dengan kondisi cuaca ini," ujar Adri, yang tidak ingin ambil resiko dengan tetap memaksakan diri turun melaut.

"Kalau masalah ekonomi ya memang hanya melaut saja harapan kami, tapi kalau kondisi cuaca buruk tak berani juga," tambah Adri.

Bahkan Andri lebih memilih memperbaiki pompongnya saat cuaca buruk kali ini.

LUMUT Hijau

Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi akhir-akhir ini membuat bayak alga dari laut terbawa ketepian pantai.

Di kawasan pantai Teluk Selahang Desa Limau Manis, hamparan alga hijau itu awalnya dikira warga adalah rumput hijau.

Namun saat didekati ternyata lumut.

Khawatir bila lumut/ alga ini berbahaya bagi masyarakat, wakil Bupati Natuna, Rodhialhuda, bahkan meninjau langsung kelapangan bersama Camat Bunguran Timur Laut yang juga merupakan Plt. Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup,serta bagian Karantina, Dinas Kelautan Perikanan Natuna.

Rodhial saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya perlu mengetahui secara langsung jenis lumut yang menghebohkan warga setempat dan pengunjung pantai Teluk Selahang.

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda didampingi Camat Bunguran Timur Laut, Plt Kabid pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, dan Bagian Karantina DKP Natuna di pantai Teluk Selahang.

"Kami selaku pemerintah perlu mengecek susuati kejadian, termasuk terseret lumut ke pantai.

Besarnya gelombang saat ini membuat lumut lumut terangkat oleh gelombang dan terhempas di Pantai," ujar Rodhial Huda melalui sambungan telepon, Selasa (31/08/2021).

Baca juga: Polres Natuna Bekuk Pencuri Kotak Amal Masjid, Uang Dipakai Main Judi Online

Baca juga: Gas Elpiji 12 Kilogram Langka di Natuna, Penyalur Sebut Terkendala Transportasi

Dari hasil pantaun langsung dilapangan,pihak Dinas Kelautan Perikanan meyakinkan bila lumut tersebut tidak berbahaya bagi masyarakat.

"Tapi kita belum tau jenisnya, menurut pihak DKP,lumut itu merupakan salah satu jenis makanan biota laut terutama ikan," tambah Rodhial.

Hamparan lumut itu diketahui sudah terjadi sejak seminggu yang lalu, sejak terjadi gelombang tinggi dan membawa lumut ke darat.

Menurut warga setempat setiap musim penghujan dan gelombang tinggi, selalu terjadi hamparan lumut di kawasan pantai Teluk Selahang.(TribunBatam.id/Wina)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved